Kontingen pencak silat surakarta, siap
bertanding di Popda Jateng 2026, pada 1-6 September di Semarang.
SURAKARTA, JURNALKREASINDO.com — Tim pencak silat Kota Surakarta menargetkan membawa pulang lima medali emas, satu perak, dan dua perunggu pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026 yang akan berlangsung, pada 1-6 September mendatang, di Semarang. Ungkapan tersebut diutarakan Ketua IPSI Kota Surakarta, Ito Indrayana Rangga Wangi melalui Ketua Pembibitan, Pemasalan dan Sarana Prasarana IPSI Kota Surakarta, Rio Sadewa. " Untuk merealisasikan target tersebut, IPSI Kota Surakarta mengirimkan 12 pesilat, " jelas Rio.
Dua atlet akan turun pada kategori jurus tunggal,
masing-masing jurus tunggal SD putri dan jurus tunggal SMA. Sementara 10 atlet
lainnya akan bertanding pada kategori tanding. Dalam hal ini, cabang olahraga
pencak silat dijadwalkan berlangsung di GOR Jatidiri, Tenis Indoor, Semarang,
selama penyelenggaraan Popda Jateng 2026. “Para pesilat Solo diharapkan mampu
tampil maksimal dan memberikan kontribusi medali bagi kontingen Kota Surakarta.
Target lima emas menjadi tantangan tersendiri “ katanya
Karena persaingan antar kabupaten dan kota di Jawa Tengah diperkirakan
berlangsung ketat. Optimisme tetap ditanamkan pada peserta , untuk kompetisi
pertandingan dengan pesilat daerah lainnya. Pencak silat menjadi salah satu
dari 21 cabang olahraga yang diikuti kontingen Kota Surakarta dalam Popda
Jateng 2026. Secara keseluruhan, kontingen Solo diperkuat 352 atlet dan
pelatih. Sebelum bertanding di Semarang, kontingen Solo, pada Jumat (28/8/2026)
telah berpamitan di Loji Gandrung.
Target Juara Umum
Para pelajar dari jenjang SD hingga SMA sederajat tersebut
dipersiapkan untuk membawa nama Kota Surakarta sekaligus mengejar target juara
umum. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Solo, Rini
Kusumandari, mengatakan seluruh atlet yang memperkuat kontingen Solo telah
melalui proses seleksi bersama pengurus kota (pengkot) masing-masing cabang
olahraga. Solo membidik posisi juara umum pertama pada Popda Jateng tahun ini.
Namun, Rini mengakui persaingan dengan daerah lain cukup ketat. “Kami juga
melihat kekuatan kabupaten/kota lain yang bagus. Harapannya bisa maksimal ,”
ujar Rini.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin)
Wilayah VI Jawa Tengah, Agung Wijayanto, memberikan dukungan kepada para atlet
pelajar yang akan membawa nama Kota Solo di tingkat Jawa Tengah. Menurut Agung,
keikutsertaan dalam Popda tidak semata-mata berorientasi pada perolehan medali.
Ajang tersebut juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter pelajar
melalui pengalaman berkompetisi dan berprestasi.
Perlu diketahui, persaingan tahun ini juga memiliki format
berbeda karena kategori SD dan SMP tidak lagi dipisahkan, melainkan tergabung
dalam Popda tingkat provinsi. Dengan kekuatan 12 pesilat, IPSI Kota Surakarta
berharap target 5 emas, 1 perak, dan 2 perunggu dapat terealisasi sekaligus
membantu kontingen Solo mewujudkan ambisi menjadi juara umum Popda Jateng 2026.
(Hong)


