Fadli Zon, ketika menandatangani hasil
lukisan para mahasiswa yang mengikuti Program Belajar Bersama Maestro 2026 di
ISI Surakarta.
SURAKARTA, JURNALKREASINDO.com – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, secara langsung menghadiri pameran bertajuk "Alam dan Lingkungan Hidup" di Galeri Seruni, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD), Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Kehadiran ini sekaligus menjadi momen apresiasi dan penutupan bagi rangkaian residensi Program Belajar Bersama Maestro (BBM) bidang Seni Lukis tahun 2026 yang diampu oleh Empu I Gusti Nengah Nurata.
Dalam sambutannya, Fadli Zon
menekankan, bahwa kekayaan budaya Indonesia merupakan modal kultural
yang luar biasa di tingkat dunia. Beliau menyoroti lukisan cadas tertua di
dunia yang saat ini ada di Indonesia, yakni di Leang Metanduno, Kabupaten Muna,
Sulawesi Tenggara dengan usia mencapai 67.800 tahun. “Ini membuktikan bahwa nenek
moyang kita telah memiliki ekspresi budaya kontemporer di zamannya. Nilai dan
akar budaya” kata Fadli Zon
Dengan demikian, inilah yang harus dipahami dan diteruskan
oleh generasi muda bangsa Indonesia
untuk membawa seni rupa Nusantara menjadi arus utama di panggung global.
Kementerian Kebudayaan turut menjadikan seni rupa sebagai salah satu prioritas
dalam Manajemen Talenta Nasional (MTN). Upaya membawa karya seniman lokal ke
kancah internasional juga terus didorong, salah satunya melalui partisipasi
Indonesia dalam ajang bergengsi Venice Biennale.
Kegiatan itu berlangsung hingga November 2026, serta rencana
revitalisasi Galeri Nasional agar lebih representatif. Program BBM Seni Lukis
2026 ini memberikan ruang bagi seniman muda dari berbagai perguruan tinggi seni
untuk menjalani pembimbingan intensif selama 30 hari penuh bersama Empu I Gusti
Nengah Nurata. Sang maestro, Empu I Gusti Nengah Nurata menyampaikan, pendidikan
yang diberikan tidak sekadar menyentuh aspek teknis penciptaan nilai artistik
dan estetik
Para mahasiswa yang belajar bersama
maestro, ketika menerima penghargaan dari Fadli Zon.
Melainkan, fokus pada pembangunan karakter, moral, serta
kedalaman filosofi karya yang berkepribadian bangsa. Dokumen ini telah
ditandatangani secara elektronik menggunakan sertifikat elektronik yang
diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE), Badan Siber dan
Sandi Negara (BSSN). Sejak 15 Juli hingga 15 Agustus 2026, Kementerian Kebudayaan
memfasilitasi 10 seniman muda terpilih dari lima institusi pendidikan seni
terkemuka di Indonesia.
Para seniman muda ini mendapatkan kesempatan berharga untuk
berproses, berdialog, dan mendalami praktik penciptaan seni langsung di bawah
bimbingan Empu Seni Lukis I Gusti Nengah Nurata. Pembelajaran yang dilakukan
tidak sekadar menekankan pada faktor visual artistik semata, tetapi juga
meresapi gagasan, filosofi, dan kedalaman makna kehidupan secara langsung darikacamata
sang maestro.
Pameran karya hasil residensi ini mengangkat tema "Alam
dan Lingkungan Hidup", yang tidak hanya menjadikan alam sebagai objek
representasi visual, tetapi menggugah kesadaran masyarakat tentang realitas
pelestarian lingkungan. Rektor ISI Surakarta turut memberikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada Kementerian Kebudayaan atas sinergi yang terbangun, menjadikan
kampus sebagai ruang strategis bertemunya tradisi, inovasi, maestro, dan generasi
muda.
Pemilihan tema "Alam dan Lingkungan Hidup" sangat
relevan untuk merefleksikan posisi alam yang bukan sebatas objek visual,
melainkan ruang kehidupan yang membentuk manusia dan kebudayaannya. Melalui karya-karya
yang dipamerkan, masyarakat diajak kembali melihat hubungan harmonis yang
seharusnya terjalin antara manusia dan alam sekitarnya. Pameran ini sekaligus
menjadi ruang kampanye kultural bagi generasi muda bahwa merawat dan menjaga
lingkungan hidup merupakan bagian integral dari menjaga kebudayaan bangsa.
Empu I Gusti Nengah Nurata (tengah),
didampingi 6 mahasiswa yang terpilih dalam mengikuti program Belajar Bersama
Maestro 2026 di ISI Surakarta.
Hadir dalam acara pameran Seni Lukis Belajar Bersama Maestro di ISI Surakarta yaitu Maestro Seni Lukis, Empu Drs. I Gusti Nengah Nurata; Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala dan Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta, Dr. Handriyotopo. Turut hadir mendampingi Menteri Kebudayaan yaitu Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda.
Juga tampak hadir Staf Khusus Menteri Bidang Sejarah dan
Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono; Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya
dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, I Made Dharma Suteja; dan Kepala Balai Pelestarian
Kebudayaan Jawa Tengah, Riris Purbasari. Dalam menutup sambutannya, Menbud atas
nama Kementerian Kebudayaan menyampaikan apresiasi kepada I Gusti Nengah Nurata
yang telah bersedia mewariskan pengalamannya dan ikut serta membimbing para
peserta program.
Melalui penyelenggaraan BBM, Kementerian Kebudayaan mengawal
dua pilar strategis yaitu pelindungan akar budaya generasi muda serta pewarisan
nilai luhur berbasis kearifan lokal. Diharapkan karya-karya yang lahir dari
pameran ini menjadi jejak awal perjalanan kreatif para seniman muda dalam
mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia, di dunia seni rupa internasional.
Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus melanjutkan. Diharapkan
karya-karya yang lahir dari pameran ini menjadi jejak awal perjalanan kreatif
para seniman muda dalam mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di
dunia seni rupa internasional. Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk terus
melanjutkan dan memperluas program serupa di masa depan sebagai langkah
strategis dalam mengakselerasi pemajuan kebudayaan. Terutama dalam mendorong
inovasi dan penciptaan karya-karya yang sekarang ini bisa semakin relevan
dinikmati oleh generasi muda. (Hong)



