Fadli Zon (tengah) ketika menerima
sauvenir dari Rektor UTP Surakarta Winarti, dalam kunjunganya di kampus
setempat.
SURAKARTA,
JURNALKREASINDO.com - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menyampaikan, orasinya dal pidatonya pada acara rangkaian perayaan Dies Natalis
Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta yang ke-46.
Kehadiran Menbud Fadli Zon didampingi beberapa
perwakilan dari kemeterian tersebut dan disambut Wali Kota Surakarta,
Respati Achmad Ardianto serta Rektor UTP, Prof. Dr,
Winarti Msi.
Fadli Zon menegaskan,
Kementrian Kebudayaan berkomitmen,
pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat ekosistem kebudayaan
dengan menggandeng institusi pendidikan tinggi, sebagai pusat preservasi kearifan lokal Nusantara. “UTP memiliki tanggung
jawab sejarah untuk tidak sekadar menjadi tempat
transfer pengetahuan ilmiah, melainkan juga berfungsi sebagai hub
kebudayaan dan ruang inovasi berbasis identitas nasional’ ujarnya .
Selain itu, Menbud juga menyoroti kekayaan mega
diversity Indonesia sebagai episentrum peradaban dunia dengan peninggalan
sejarah yang sangat panjang, seraya memaparkan keberhasilan diplomasi kebudayaan dalam upaya repatriasi ribuan artefak bersejarah
kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. “Kami mengapresiasi terhadap dedikasi UTP yang konsisten mencetak SDM unggul dan berkontribusi nyata bagi
kemajuan bangsa. Jelasnya
Kerja sama dengan Kementerian
Kebudayaan, baik dengan dosen maupun mahasiswa dalam berbagai kegiatan pemugaran dan revitalisasi bangunan keraton serta
candi, sangat dihargai. Kementerian Kebudayaan
memang harus bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan,
mulai dari pemerintah daerah, civitas akademika di perguruan tinggi, hingga komunitas budaya dan padepokan. .
Rektor UTP Surakarta, Winarti, menyambut baik kehadiran Menbud
beserta jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Kebudayaan. Winarti menegaskan
komitmen UTP dalam mewarisi karya budaya nilai luhur Tri Ciri Tentara Pelajar,
yakni Patriotisme, Kepeloporan, dan Kemandirian, yang senantiasa dihidupkan
sebagai napas pendidikan dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
Menbud Fadli Zon, saat
berbincang-bincang dengan Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardiato.
Dokumen ini telah ditandatangani secara elektronik menggunakan
sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh Balai Besar Sertifikasi Elektronik
(BSrE), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Sejalan dengan upaya pelestarian
warisan budaya yang menjadi fokus pendokumentasian kementerian, kolaborasi
praktis antara UTP dan Kementerian Kebudayaan telah berjalan erat. Mahasiswa
dan dosen Fakultas Teknik UTP.
Dimana telah tercatat terjun langsung membantu proyek pemugaran
candi, penataan museum, restorasi keraton, serta menjalankan serangkaian uji kelayakan
material bersejarah seperti pengujian bata kuno. Keterlibatan ini memastikan, bahwa
integritas situs-situs bersejarah tetap terjaga sesuai dengan standar konservasi
dan pendokumentasian warisan bangsa. Dari sisi pelestarian warisan budaya tak benda,
UTP juga menaruh perhatian besar melalui inisiatif GOARA (Gabungan Olahraga
Tradisional Indonesia).
Dengan tujuan menghidupkan kembali berbagai permainan rakyat
Nusantara seperti egrang, balap karung, lompat tali, dan Sunda Manda. Ke depan,
sinergitas antara UTP dan Kementerian Kebudayaan akan terus diperluas dengan
melibatkan fakultas lainnya, seperti Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian,
serta FKIP, guna mengakselerasi pemajuan kebudayaan di berbagai dimensi kehidupan
masyarakat.
Hadir dalam acara Dies Natalis Universitas Tunas Pembangunan
(UTP) Surakarta ke-46 tersebut
berlangsung pada Rabu (26/8/2026), di Kampus setempat. Sementara itu tampak hadir Wali
Kota Surakarta, Respati Ardianto, Rektor UT Pembangunan, Winarti, dan Ketua
Yayasan Perguruan Tinggi Tunas Pembangunan Indonesia,Ir Leni Pramesti. Turut
hadir pula mendampingi Menteri Kebudayaan yaitu Direktur Jenderal Pelindungan
Kebudayaan dan Tradisi (Restu Gunawan).
Selain itu juga Staf
Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga (Rachmanda Primayuda), Staf
Khusus Menteri Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya (Basuki Teguh
Yuwono), Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Inteletual
( I Made Dharma Suteja) dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah Riris
Purbasari.
Menbud Fadli Zon dalam menutup pidatonya menegaskan,
kebudayaan bukan hanya sebagai fondasi dan identitas bangsa, melainkan modal
strategis untuk akselerasi ekonomi dan pembangunan berkelanjutan (the power of
culture). “Kebudayaan akan menjadi modal yang sangat penting untuk akselerasi
ekonomi budaya kita dan juga pemajuan budaya kita, yang akhirnya nanti ketika
kita sudah mencintai budaya kita ada internalisasi nilai budaya yang penting
seperti gotong royong, kejujuran, kebersihan,bekerjasama,” pungkas Menbud. (Hong)



