Menteri PPPA Usulkan Program GASMAS Menjadi Program Nasional

 

Dra. Hj Arifatul Choiri Fauzi, Msi dan Respati Achmad Ardianto ketika memasuki halaman Taman Cerdas Soekarno-Hatta, Jebres, Surakarta.

SOLO, JURNALKREASINDO.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) aRI, Arifatul Choiri Fauzi mengapresiasi Gerakan Ayah Senang Momong Anak Solo (GASMAS) yang diinisiasi Wali Kota Surakarta Respati. Dengan demikian,  Dra. Hj Arifatul Choiri Fauzi, Msi akan mengusulkan kepada presiden program ini dijadikan program nasional. “Gasmas menjadi gagasan kreatif untuk memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan sekaligus membangun keluarga yang berkualitas” ujar Arifatul Choiri

Apresiasi tersebut disampaikan saat menghadiri Launching Ruang Bersama Indonesia (RBI) sekaligus Penyerahan Hadiah Lomba GASMAS di Taman Cerdas Soekarno-Hatta, Jebres, Surakarta, Sabtu (22/8  2026) Arifatul menilai keterlibatan ayah dalam pengasuhan juga mendukung pemberdayaan perempuan di dalam keluarga. “Saya pikir ini ide yang jenius. Bagaimanapun seorang ibu, seorang istri, dia bisa lebih berdaya ketika mendapatkan support dari belahan jiwanya, dari belahan hatinya, yaitu para suami,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Keterlibatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesetaraan peran di dalam keluarga. Selian itu juga dikatakan, kebutuhan anak terhadap kehadiran ayah sebenarnya sederhana, seperti menghabiskan waktu bersama, makan, belajar, maupun mendapatkan cerita dari ayah,karena  dinilai pola hubungan antara ayah dan ibu juga menjadi bagian dari proses pembelajaran anak di dalam keluarga.

Bahkan  perilaku orang tua akan menjadi fondasi yang memengaruhi pembentukan karakter anak.“Rata-rata mereka bilang, saya ingin jalan bareng ayah, saya ingin makan bareng ayah, saya ingin ayah mendongeng untuk saya, saya ingin belajar ditemani ayah. Itu menurut saya satu hal yang sangat sederhana, tapi nampaknya belum menjadi kesadaran,” katanya  sembari mnambahkan, perilaku orang tua akan menjadi fondasi yang memengaruhi pembentukan karakter anak.

Menteri PPPA  dan Walikota Surakarta, saat Penyerahan Hadiah Lomba GASMAS se-Surakarta.

Karena itu, Arifatul mengapresiasi inisiatif Respati dan berharap GASMAS tidak berhenti sebagai perlombaan. Ia mendorong gerakan tersebut berkembang menjadi kesadaran bersama mengenai pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. “Saya sangat apresiasi sekali, memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas ide kreatif dari Bapak Wali Kota Solo. Ini bisa membangun kesadaran kita untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas untuk anak-anak kita,” ujarnya.

Arifatul Choiri bahkan menyatakan gagasan GASMAS layak dikembangkan di tingkat yang lebih luas. Ia berencana membawa konsep tersebut sebagai inspirasi penguatan peran ayah dalam pengasuhan di tingkat nasional. “Dari Solo, berangkat untuk Indonesia. Ide dari Pak Wali Kota akan saya lanjutkan ke tingkat nasional, sehingga peran ayah terhadap keluarga lebih bisa lebih berfungsi, karena  suami tugasnya tidak hanya bekerja dan mencari uang saja” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Respati o Achmad Ardiant dalam pidatonya menjelaskan,  GASMAS berawal dari keinginannya memperkuat keterlibatan ayah dalam keluarga. Ketika peran ayah lebih dekat dengan anak-anak, itu akan membuat karakter anak-anak kita lebih kuat.  Ia  berharap GASMAS dapat berkembang secara organik di masyarakat dan menjadi kebiasaan positif dalam keluarga. Ia mendorong para ayah menyediakan waktu secara rutin bersama anak, karena interaksi sederhana dapat menjadi memori berharga yang membentuk karakter anak hingga dewasa. (Hong)