Pre-Event 2 SIPA On The Street, Menariknya Pertunjukan Seni Turun Di Jalan

 

Penampilan catwalk yang berlangsung di zebra cross Jalan Gatot Subroto, menarik pengunjung yang  sedang melintas disana. 

SOLO, JURNALKREASINDO.com - Menjelang gelaran utama Solo International Performing Arts (SIPA) 2026, rangkaian pemanasan kembali dihadirkan, melalui Pre-Event 2 yang dirancang bukan sekadar sebagai ‘teaser’, tetapi sebagai ruang temu yang hidup antara karya, pelaku seni, dan audiens. Pre-Event 2 menampilkan perpaduan tari tradisi, musik akustik, performa band, hingga sesi interaktif.

Pertunjukan yang digelar pada Sabtu (22/8/2026) malam itu diselenggarakan di pusat keramaian, tepatnya di Jalan Gatot Subroto(Gatsu), Solo. sehingga hal ini memper kuat dengan kedekatan antara pelaku seni dengan penonton, sehingga merupakan pengalaman tersendiri.  “ Acara ini kami segaja digelar di kawasan Solo is Solo, Koridor Gatot Subroto” ujar Dimas Kamal

Dr. Dra irawati Kusumorasri, MSn ketika memberikan sambutan di Pre-Event 2 SIPA On The Street.

Selaku ketua pelaksana, Dimas Kamal menyampaikan, kegiatan ini dibuka untuk umum sejak pukul 19.00 WIB dengan mengundang siapa saja untuk singgah, berhenti sejenak, dan terlibat dalam pengalaman artistik yang cair. Rangkaian dimulai dengan opening oleh MC. “ Pre-event ini bukan sekadar pengantar, melainkan bagian dari perjalanan menuju panggung utama SIPA 2026” Tegasnya

Pre-event SIPA ini DIhadirkan sebagai panggung awal menuju main festival SIPA 2026. Dengan mengusung  tema Kinetic Kinship: Beyond Boundaries ini. “Kami ingin membangun kedekatan antara karya dan masyarakat sejak awal. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan merasakan langsung pengalaman SIPA 2026 ini” jelasnya

Puncak Acara SIPA  akan diselenggarakan nanti pada pada 10–12 September 2026, di Pamedan Pura Mangkunegaran. Dalam rangkaian acara malam itu, penampilan pertama dibawakan oleh Semarak Candra Kirana lewat sigraknya ‘Tari Merak gandrung’ dan ‘Tari Tumandang’ yang menghadirkan nuansa tradisi Surakarta di tengah ruang publik.

Tari Tumandang  yang menghadirkan nuansa tradisi Surakarta di tengah ruang publik.

Momentum berlanjut ke sesi sharing session yang dipandu langsung oleh Direktur Utama SIPA, Dr. Dra irawati Kusumorasri, MSn dalam sambutanya menyampaikan, sesi ini, audiens diajak mengenal lebih dekat SIPA, mulai dari esensi festival, lokasi penyelenggaraan, hingga tema dan konsep yang diusung. Penjelasan ini menjadi jembatan penting antara publik dan festival yang akan datang.

Ia menambahkan, SIPA bukan hanya sebuah pertunjukan, tetapi ruang pertemuan lintas budaya dan generasi. “Kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih terbuka di mana seni bisa hadir di mana saja, termasuk di ruang-ruang publik seperti ini, mulai dari esensi festival, lokasi penyelenggaraan, hingga tema dan konsep yang diusung” katanya  

Suasana kemudian semakin dinamis saat penampilan catwalk yang berlangsung di zebra cross Jalan Gatot Subroto. Aksi ini berhasil menarik perhatian masyarakat yang tengah menikmati night market Solo is Solo, sehingga menjadikan jalanan sebagai panggung yang benar-benar hidup dan interaktif. Memasuki paruh kedua acara, panggung diisi oleh penampilan akustik Rajamala.

Keluarga Musik FISIP saat menunjukan kebolehanya bermusik, hingga membuat pengguna  jalan yang lewat di koridor Gatsu berhenti sejenak untuk menikmatinya.

 Dilanjutkan oleh Keluarga Musik FISIP (KMF) yang menghadirkan energi kolektif melalui aransemen lagu-lagu populer. Rangkaian acara ditutup oleh Fourism melalui karya modern dance “Nona Rollerblade x Honk” yang dinamis dan ekspresif. Sepanjang acara, interaksi dengan audiens diperkuat melalui berbagai aktivitas pembagian voucher, hingga merchandise.

Ini bukan sekedar bentuk apresiasi, tetapi juga strategi untuk menjaga keterlibatan publik tetap hidup hingga akhir acara. “Saya sudah mengikuti SIPA dari tahun ke tahun, dan selalu menantikan agenda ini setiap tahunnya. Melihat pre-event seperti ini bikin saya makin excited untuk menyaksikan perhelatan utama SIPA 2026 nanti.” Ujar salah satu penonton

Rangkaian acara ditutup pada pukul 22.30 WIB dengan closing oleh MC dan penyebutan akhir sponsor, sebelum area kembali ditertibkan, Pre-Event 2 menegaskan komitmen SIPA untuk terus menghadirkan ruang seni yang adaptif, kolaboratif, dan dekat dengan publik, sekaligus membangun ekspektasi menuju perhelatan utama Solo International Performing Arts 2026. (Hong)