SPPG Yayasan Bangun Gizi Nusantara Memberi 24 Ribu Penerima Manfaat, Di Kilas Balik 1 Tahun MBG Solo Raya

 

H.Puspo Wardoyo (paling kanan), ketika mnjelaskan dapur SPPG miliknya dhadapan Dadang Hendrayudha dan jajaranya di Kalipepe Land. 

SOLO, JURNALKREASINDO.com – Dari Yayasan Bangun Gizi Nusantara, milik H.Puspo Wardoyo  yang menaungi 8 dapur SPPG (Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi ) di Solo Raya mampu memberikan 24 ribu penerima manfaat. “Dapur SPPG yang pertama dibangun di Gagaksipat, Ngemplak Boyolali hanya dibangun selama 2 minggu, mulai tanggal 5 November 2024” tutur Puspo Wardoyo

Demikian yang diutarakan Puspo Wardoyo pada Jumat (16/1/2026) malam, dihadapan Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadang Hendrayudha dan jajaranya, ketika temu kangen awal tahun 2026 dalam rangka kilas balik 1 tahun MBG Solo Raya, di Kalipepe Land. “Saya mengajak masyarakat bersama-sama menjaga program MBG berjalan baik” ujarnya

Puspo Wardoyo juga pemiliki, distinasi wisata Kalipepe Land ini, berpesakan kepada dapur SPPG agar terus menjaga kualitas, sehingga program MBG tidak mengalami masalah, sehingga masyarakat penerima program MBG juga baik-baik saja."Mari kita rawat dengan baik, jangan sampai kelewatan dan jangan sampai kita terpecah belah dan jangan sampai ada masalah-masalah," kata Puspo.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN), Dadang Hendrayudha mengatakan, Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) atau dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini sudah mencapai 20.419 SPPG. Sehingga dari program tersebut, pemerintah melalui BGN sudah membuka lapangan pekerjaan hampir 1 juta orang.

Dadang Hendrayudha, saat berpidato dan berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan MBG sebaik-baiknya.

"Sampai hari ini secara nasional jumlah dapur dari Sabang sampai Merauke sudah mencapai 20.419. Berarti secara tidak langsung sudah membuka lapangan pekerjaan hampir 1 juta lebih," kata Dadang sembari menambahkan, dapur SPPG tersebut sudah melayani 50 juta lebih penerima manfaat, terdiri siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), SD, SMP, SMA hingga balita, ibu hamil dan menyusui.

Dia menyebutkan di Soloraya jumlah SPPG ada 568 SPPG. Rinciannya, Boyolali 98 SPPG, Klaten 105 SPPG, Sukoharjo 77 SPPG, Wonogiri 72 SPPG, Karanganyar 77 SPPG, Sragen 85 SPPG dan Solo 59 SPPG. "Jadi, Alhamdulillah, memang masih kurang dari jumlah yang diinginkan dikaitkan dengan jumlah penerima manfaat. Kita melihat peluang mana-mana saja yang dibangun SPPG baru," kata dia.

Menurutnya sebagai program baru, pelaksanaan MBG terus dievaluasi agar ke depannya semakin baik. "Ini barang baru, program baru, jadi kita juga di pusat berusaha yang terbaik," ungkapnya yang juga  menyampaikan bahwa pelaksaan program nasional Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini akan terus diperbaiki. Bahkan di 2026 ini, BGN memastikan program MBG berjalan dengan baik. (Her )