Festival Balon Udara Dihentikan Sepihak, Penonton Kecewa. Inilah Sorotan Tokoh Masyarakat

 

BRM Kusumo Putro, penyelenggara festival balon udara tidak menghargai pengunjung.

SOLO, JURNALKREASINDO.com - Festival balon udara perdana yang sedianya  digelar pada Minggu (17/5/2026) pagi di Alun-alun Utara Keraton Surakarta, dinilai dihentikan sepihak. Tentu saja hal ini membuat penontok kecewa dan menuai sorotan tajam dari tokoh masyarakat. “Ribuan penonton yang sejak pagi memadati lokasi kecewa, setelah penerbangan balon dihentikan lebih awal oleh panitia” ujar  BRM Kusumo Putro , salah satu tokoh masyarakat Kota Solo

Pihak panitia beralasan, karena faktor cuaca dan angin kencang yang tidak mendukung. Kekecewaan Kusumo Putro menilai, penyelenggara tidak menghargai pengunjung, sebab menghentikan acara secara sepihak dan tanpa menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat yang sejak pagi sudah berdesak-desakan ingin menyaksikan balon udara mengudara.

“Pihak penyelenggara menurut saya tidak profesional, karena telah menghentikan acara dan tidak menyampaikan permintaan maaf kepada pengunjung yang ingin  menonton,” kata Kusumo yang mengaku datang pukul 06.00 WIB namun kesulitan menjangkau lokasi karena harus berdesak-desakan dengan ratusan penonton lainya.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap festival tersebut sangat besar. Ribuan warga dari berbagai wilayah Solo Raya seperti Klaten, Sukoharjo, hingga Wonogiri sudah datang sejak subuh untuk menyaksikan festival balon udara yang digelar pertama kalinya di Kota Solo. “Mereka rela datang pagi-pagi , karena penasaran ingin melihat balon udara terbang. Tapi akhirnya justru pulang dengan kecewa,” ujarnya.

Ribuan penonton merasa kecewa, karena penghentian festival balon dihentikan sepihak.

Kusumo menegaskan, persoalan penghentian acara tidak hanya berdampak pada kekecewaan penonton, tetapi juga mencoreng citra Kota Solo sebagai destinasi wisata dan kota penyelenggara event. “Pengunjung kan tidak tahu soal teknis angin atau keselamatan penerbangan. Yang disesalkan itu tidak ada penyampaian maaf dari panitia’ tandasya

Peristiwa ini benar-benar mempermalukan Kota Solo. Diketahui, festival balon udara yang menghadirkan 18 balon tersebut merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun salah satu bank di Jawa Tengah. Sejak pukul 05.30 WIB, warga sudah memadati kawasan Alun-alun Utara Keraton Surakarta untuk menyaksikan atraksi balon udara.

Namun sekira pukul 07.00 WIB, panitia memutuskan menghentikan penerbangan balon karena kondisi cuaca dinilai tidak aman. Pihak penyelenggara, Slamet Sulistiyono mengatakan, keputusan itu diambil demi keselamatan. Menurutnya, kecepatan angin di lokasi mencapai 12 hingga 20 knot, jauh di atas batas aman penerbangan balon udara yang maksimal hanya 4 knot. “Kalau dipaksakan bisa berbahaya. Balon bisa rusak bahkan pecah karena tekanan udara,” katanya sembari meambahkan, persiapan acara sebenarnya sudah dilakukan sejak dua bulan sebelumnya, termasuk pengurusan izin ke Lanud Adi Soemarmo, otoritas bandara dan AirNav. Namun kondisi cuaca di hari pelaksanaan di luar prediksi panitia. (Hong)