Para tokoh dan pendiri Jesku, berfoto
bersama, seusai soft launching Launching Jesku.
SOLO,
JURNALKREASINDO.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Surakarta resmi
menggelar soft launching Jaringan
Ekonomi Syariah Kota Surakarta (JESKU) melalui situs www.jesku.id, Rabu (13/5/2026), di Ballroom Hebat BPRS Dana Amanah
Surakarta. Peluncuran platform tersebut sebagai angkah strategis MUI Surakarta
dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah.
sekaligus mendorong
pemberdayaan ekonomi umat berbasis nilai-nilai Islam dan prinsip bebas riba.
Ketua MUI Kota Surakarta, KH Drs Imam Suhadi, M.Si., dalam sambutannya
menegaskan, aspek ekonomi memiliki
posisi sangat penting dalam ajaran Islam.
Menurutnya, ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas muamalah atau
interaksi sosial-ekonomi jumlahnya jauh lebih banyak dibanding ayat yang
berkaitan dengan ibadah ritual. “Fokus utama setelah taubat kepada Allah adalah
aspek ekonomi, karena ekonomi menjadi pondasi penting dalam kemajuan umat,”
ujarnya.
Bahkan juga menyoroti bahwa berbagai konflik dunia, termasuk
yang terjadi di Palestina, tidak lepas dari persoalan ekonomi. Karena itu,
penguatan ekonomi umat Islam dinilai menjadi kunci penting dalam membangun
kemandirian dan kehormatan umat di tingkat global. “Jika ekonomi umat Islam
kuat, maka posisi umat juga akan menjadi kuat dan dihormati,” tegasnya.
Gus Burhan, ketika mmberikan secara
teknis cara bergabung dengan Jesku dalam menggerakan ekonomi umat Islam.
Dalam kesempatan tersebut, Imam Suhadi mengutip konsep
“Kiwamul Bilad bi Arbaah”, yakni empat pilar utama penyangga kekuatan
organisasi dan ekonomi umat. Empat pilar tersebut meliputi Biilmil Ulama atau
ilmu para ulama Wabiil Umar (dukungan pemerintah dan pemimpin), Wabodqil Agnia
(berupa dukungan para donatur dan ahli ekonomi).
Serta Wakil Fuqar (doa dan dukungan moral dari masyarakat
bawah). Sinergi dari empat elemen
tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi umat yang kuat,
berkelanjutan, dan penuh keberkahan. “Kalau empat unsur ini berjalan bersama,
organisasi dan program ekonomi umat akan semakin kuat,” katanya.
Surakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi
syariah karena didukung banyak pelaku usaha, akademisi, ulama ekonomi, serta
jaringan masyarakat yang luas. Melalui JESKU, MUI Surakarta berharap lahir
ruang kolaborasi yang mampu memperkuat jaringan ekonomi umat, mempertemukan
pelaku usaha syariah, dan mendorong pengembangan ekonomi berbasis keberkahan.
Imam Suhadi juga, menyampaikan dukungan penuh terhadap program
tersebut dan berharap JESKU dapat menjadi sarana penguatan ekonomi Islam yang
berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.“Harapan kami, program ini berjalan
sukses, membawa keberkahan, dan mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa ta’ala,”
pungkasnya. (Hong)



