RS PKU SOLO SEMINAR MEDIS TATA LAKSANA PENANGANAN KEGAWATAN JANTUNG

 

Para peserta seminar medis tata laksana penanganan kegawatan jantung,memperhatikan dengan serius pemaparan yang disampaikan para nara sumber.

SOLO (JURNALKREASINDO.COM) -  Dalam rangkaian acara Milad Rumah Sakit (RS)  PKU Muhammadiyah Surakarta yang Ke-94 dan Milad Muhammadiyah yang Ke-109, RS PKU Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan Seminar Medis Online.

Dengan tema ‘Tatalaksana Khusus pada Kegawatan Acute Coronary Syndrome (ACS)’, pada Selasa (30 /11/ 2021), diikuti 1007 pesemaerta dokter dan perawat dari berbagai daerah secara daring. Acara dibuka oleh Wakil Direktur Pelayanan Medis dan Penunjang Medis RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Dr. Arief Budiman, M.Si.Med, Sp.B.

Dipandu  oleh dr. Hanif Kun Cahyani Putri dengan menghadirkan narasumber dokter spesialis jantung dari RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Ahmad Yasa’, SP.JP(K)FIHA, M.Kes. dan dr. Nanda Nurkusumasari, Sp.JP.,FIHA.

Dalam seminar itu membahas secara tuntas, mengenai pasien dengan Acute Coronary Syndrome (ACS), pengenalan dan tatalaksana awal pasien ACS sampai ke tatalaksana intervensi pada pasien ACS atau yang lebih sering dikenal dengan istilah kateterisasi jantung atau pemasangan ring jantung.

Angka kematian yang disebabkan karena penyakit jantung cukup memprihatinkan.

 Untuk penatalaksanaan yang komprehensif disampaikan oleh Tutut Riana Hapsari, S.Kep.Ns, seorang Praktisi Keperawatan Ruang Kateterisasi Jantung yang menyampaikan, tentang asuhan keperawatan pasien jantung.

Pelayanan Gawat Darurat

Dari perwakilan IDI Kota Surakarta sebagai narasumber etik, dr. Wahyu Indianto, M.H. menjelaskan seputar pelayanan kegawatdaruratan yang sesuai dengan kode etik dan hukum.  Dr. Wasifah, selaku Ketua panitia Seminar Medis menyampaikan,kegiatan ini bekerja sama dengan IDI Surakarta dan PPNI Surakarta.

Dengan tujuan untuk menambah wawasan keilmuan peserta tentang tata laksana penanganan kegawatan jantung dan memenuhi kewajiban pemenuhan SKP peserta serta persyaratan ijin profesi. Diharapkan dengan kegiatan ini, peserta menjadi lebih update dengan ilmu tentang tata laksana penanganan kegawatan jantung. (Eps)