Tradisi Ritual Grebeg Sudiro 2026, Mengusung Tema Heritage In Harmony, Inilah Agendanya

 

Deny Setiawa, lurah Sudiroprajan (nomer 2 daari kiri) dan Arsatya Putra (berbaju batik) didampingi dua panitia Grebeg Sudiro lainya, ketika memberi keterangan pers. 

SOLO, JURNALKREASINDO.com - Grebeg Sudiro merupakan tradisi tahunan yang berada dilingkungan kampung Pecinan Sudiroprajan, Pasar Gede, Solo sebagai simbul merayakan akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa dalam rangka menyambut Imlek. Kali ini ritual Grebeg Sudiro bakal digelar mulai jumat – Sabtu  (6 – 21/2/2026). Dengan mengusung tema Heritage in Harmony.

Tradisi  Grebeg Sudiro ini memiliki tujuan khusus menjaga dan menghargai  warisan budaya sambil hidup berdampingan secara harmonis di tengah perkembangan zaman. Ketua Panitia Grebeg Sudiro, Arsatya Putra kepada media, pada Selasa (3/2/2026 menyampaikan,  " Tahun 2026 ini ada sekitar 400 tenant UMKM yang akan meramaikan acara Festival Kuliner Pembauran di Ketandan.’ Ujarnya

Sementara Target pengunjung Grebeg Sudiro sekitar 800 ribu. Konsep Grebeg Sudiro 2026 perayaan dibuat lebih inklusif dengan menghadirkan kegiatan lintas budaya, kuliner, hingga ekonomi kreatif. “Lampion, ornamen khas Tionghoa, serta nuansa merah dan emas akan kembali menghiasi kawasan perayaan, menciptakan suasana khas Imlek yang hangat dan semarak." Jelasnya

Dalam pelaksanaannya, Grebeg Sudiro ternyata diminati banyak orang dan menampilkan tema yang unik setiap tahunnya. Selain itu, perpaduan dua budaya Jawa dan Tionghoa menjadi cerminan atau pesan tentang semangat kerukunan dan persatuan antaretnis. Pemerintah Kota Solo pun mendukung Grebeg Sudiro sebagai acara tahunan.

Karisma Event Nusantara

Bahkan acara ini sudah masuk ke dalam daftar Karisma Event Nusantara dari Kementerian Pariwisata RI. Rangkaian acara Grebeg Sudiro 2026 di Solo berlangsung dari tanggal 5 hingga 21 Februari 2026. festival ini melibatkan seniman dari 11 negara dan ratusan UMKM. Kegiatan diawali dengan Umbul Mantram (5 Februari 2026), berupa ritual doa syukur yang diadakan di Kelurahan Sudiroprajan.

Dilanjutkan Wisata Perahu Hias (6 – 21 Februari 2026), disini pengunjung dapat menikmati susur sungai di Dermaga Kali Pepe (belakang BRI) mulai pukul 16.00 – 22.00 WIB. Festival Kuliner Pembauran (6 – 17 Februari 2026): Digelar di kawasan Ketandan, Pasar Gede, menampilkan beragam kuliner khas mulai pukul 16.00 WIB.

Dilanjutkan Bazar UMKM dan Showdratari Kreasi Baru (10 – 16 Februari 2026): Bertempat di Balaikota Surakarta mulai pukul 17.00 – 23.00 WIB. Karnaval Budaya (15 Februari 2026): Puncak acara yang menampilkan kirab gunungan kue keranjang dan seni budaya di kawasan Pasar Gede mulai pukul 13.00 WIB.

Malam Heritage in Harmony & Pesta Kembang Api (16 Februari 2026): Acara hiburan musik dan kembang api untuk menyemarakkan malam menjelang Imlek. Selama periode ini, kawasan Pasar Gede juga dihiasi dengan ribuan lampion yang menyala setiap malam. (Hong)