KARANGANYAR , JURNALKREASINDO.com – Al Azhar International Islamic Boarding School (IIBS) lakukan Overseas China Program, sebagai bagian dari International Immersion Program yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman pembelajaran lintas negara, bagi para siswa sejak usia dini. Program ini dilaksanakan di Guangzhou, Shenzhen, dan Hong Kong.
Program itu dengan tujuan menumbuhkan generasi pembelajar
yang berilmu, berakhlak, dan berwawasan global, tanpa kehilangan jati diri
keislamannya. Mengusung tema ‘Beyond
Border : Strengthening Faith, Expanding Horizons’, program ini menjadi
ikhtiar Al Azhar IIBS dalam mengintegrasikan penguatan iman, penguasaan sains
dan teknologi.
Selain itu juga pembentukan karakter kepemimpinan global.
Para siswa diajak untuk melihat secara langsung bagaimana ilmu pengetahuan,
riset, dan inovasi berkembang pesat di pusat-pusat peradaban dunia, sekaligus
meneladani nilai disiplin, etos kerja, dan kesungguhan yang menjadi fondasi
kemajuan suatu bangsa.
Dalam wawancara bersama media, Ustadz Zulfiqar, selaku Direktur International Affairs Al Azhar IIBS menegaskan, program ini merupakan langkah strategis dalam pendidikan Islam kontemporer. “Sebagai pendidik, kami memandang kesempatan ini sebagai anugerah sekaligus usaha strategis yang sangat baik” ujar Ustadz Zulfiqar
Para siswa diperkenalkan pada realitas peradaban global yang maju dalam sains, riset, dan inovasi, dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keimanan dan akhlak yang luhur. Pada kesempatan itu, Ustadz Zulfiqar menekankan bahwa nilai pendidikan paling terasa dari program ini adalah terbentuknya karakter pembelajar yang terbuka, tangguh, dan berwawasan global.
Para siswa dilatih untuk keluar dari zona nyaman,
beradaptasi dengan lingkungan baru, menghargai perbedaan budaya, serta
membangun kepercayaan diri dalam berinteraksi di level internasional. “Dari
sisi karakter, mereka belajar kemandirian, kedisiplinan dan keberanian bermimpi
besar. Dalam sisi wawasan global, siswa
menyadari saling terhubung dan kompetitif’ paparnya
Bahkan kemajuan suatu bangsa ditopang oleh ilmu dan
kolaborasi lintas negara. Selama pelaksanaan program, para siswa mengikuti
rangkaian pembelajaran internasional yang dirancang secara holistik, meliputi
kunjungan dan workshop Artificial Intelligence (AI) serta robotika di Southern
University of Science and Technology (SUSTech), Shenzhen, company visit ke BYD.
Sebagai perusahaan teknologi dan kendaraan energi baru
terkemuka dunia, kunjungan ke sekolah dan universitas internasional, serta
interaksi dengan pelajar dan akademisi lokal. Di sisi lain, para siswa juga
menelusuri jejak sejarah dan peradaban Islam di China melalui kunjungan ke
Masjid Huaisheng dan makam Sa’ad bin Abi Waqqas di Guangzhou.
Disamping itu bersilaturahim dengan komunitas Muslim
setempat. Menurut Ustadz Zulfiqar, nilai pendidikan paling terasa dari program
ini adalah terbentuknya karakter pembelajar yang terbuka, tangguh, disiplin, dan
berwawasan global. “Kami berharap ilmu yang kelak mereka raih tidak berhenti
pada kesuksesan pribadi, tetapi diniatkan sebagai sarana memberi manfaat”
katanya
Baik bagi bangsa dan kemanusiaan. Dari sinilah insyaAllah
akan lahir generasi pemimpin dan ilmuwan yang berintegritas serta berdampak
luas,” tutupnya. Sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai
keislaman dengan world-class education, Al Azhar IIBS terus berupaya memperluas
program internasionalnya.
Termasuk student
excursion, student exchange, kunjungan akademik, dan kolaborasi global lainnya.
Program seperti ini sejalan dengan visi misi sekolah untuk mencetak lulusan
berwawasan global yang siap berkontribusi di berbagai bidang akademik maupun
profesional. (Hong)




