Purwono (kiri) dan Bandung Joko
Suryono (kanan), ketika berbincang dengan komunitas wartawan tiga zaman.
SOLO,
JURNALKREASINDO.com - Bertemunya
sejumlah wartawan yang masih konsisten
menekuni profesinya sebagai pemburu berita sejak era tahun 1980 hingga
sekarang, dengan tokoh-tokoh Ganisri (Keluarga Alumni Universitas Slamet
Riyadi) memang gayeng, betapa tidak ! mereka saling bercengkrama mengenang masa
lalu, di era menulis berita menggunakan mesin ketik manual hingga sekarang di
era serba digital sekarang ini.
Pertemuan tersebut dikemas dengan tajuk buka bersama yang
dilaksanakan pada Rabu (11/3/20206), di wedangan yanberbangunan klasik di
kawasan ampung Nusukan, tepatnya wedangan Mas Ndhut, Jl. Jenggolo III, Tapen,
Nusukan, Banjarsari. Solo, dari alumi Unisri tampak hadir ketuanya Purwono, SH.
MHum didampingi sekretaris Ganisri Drs
Bandung Joko Suryono dan belasan wartawan tua tersebut.
Pada kesempatan itu, Purwono menceritakan, masa-masa itu dirinya masih menjadi anggota dewan di Kota
Solo yang sering berkomunikasi dengan wartawan-wartawan ini, untuk saling diberbagai lokasi, bukan hanya di ruangan
kantornya, namun juga di wedangan (warung makan malam hari) yang zaman dulu
disebut HIK (hidangan istimewa kampung) dengan cara menikmati makanan khas tradisional sambil berbicara ngalor
ngidul seolah tanpa batas.
"Suasana seperti itu ngangeni dan tidak mboseni,
buktinya bisa pindah tempat wedangan sampai dua - tiga kali dalam semalam. Lain
kalau bertemu di cafe, hotel atau ruangan kampus selain mboseni juga serba
formil, sehingga kurang terbuka dalamberbincang, tidak bisa sambil guyon,bebas,
lepas dan seolah tanpa batas” ujarnya
sembari menambahkan, di ketika dalam suasana seperti itu yang ngangeni.
Akrab dan Bersinergi
Sementara itu sekretaris Ganisri, Drs Bandung Joko Suryono yang
waktu itu juga menjadi anggota DPRD Solo, meski berbeda frasi dengan Purwono
membenarkan apa yang diceritakan rekannya itu mengatakan, pihaknya sudah lama lama bergaul dengan wartawan era manual dan
milineal sampai sekarang.. "Dulu hampir tiap hari wedangan, kumpul-kumpul
dengan teman media, maka kali ini juga
kami kemas pertemuannya juga di wedangan” katanya
Maka darii itu, baik Purwono maupun Bandung berharap suasana
seperti dulu bisa terjalin kembali dengan akrab dan bersinergi dengan
teman-teman media. " Sebelumnya, kami mewakili Ganisri mendapat amanah
dari sekitar 28 ribu lulusan Universitas Slamet Riyadi untuk ikut memajukan
kampus yang membawa nama pahlawan nasional Brigjen Slamet Riyadi, baik secara
fisik maupun moral dan spiritual" kata Purwono dan Bandung hampir
berbarengan
Kiprah ribuan alumni Unisri itu, kini tersebar di berbagai
tempat, baik didalam negeri maupunluar negeri. Kampus Unisri yang sudah
terakreditasi Baik Sekali secara nasionalitu, sehingga kini menuju status
internasional, dengan cara terus berupaya meningkatkan standar akademik,
kualitas penelitian (klaster madya ) dan jejaring global. "Bahkan peningkatan
program studi, kurikulum berbasis global dan kerjasama dengan berbagai pihak, untuk
menghasilkan lulusan yang berdaya saing internasional. "pungkas Puwono. ( Hong)


