Serah terima pedoman Pitutur Budaya
Jawa, seusai workshop penyusunan modul ajar.
SOLO,
JURNALKREASINDO.com- Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta
melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertopik “Penerapan Pendidikan
Karakter Melalui Kurikulum Muatan Lokal Budaya Daerah pada Siswa Sekolah Dasar
di Surakarta”, Kegiatan dipusatkan di D’Gondangrejo dan diikuti komunitas guru
SD se-Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta (4/6).
PKM ini digagas untuk menjawab tantangan implementasi
Kurikulum Merdeka yang memberi ruang besar bagi muatan lokal. Di Kecamatan
Banjarsari, penguatan karakter siswa melalui kearifan budaya Jawa dinilai
strategis mengingat Kota Surakarta sebagai pusat budaya yang terus mendorong
pelestarian nilai lokal di tengah arus globalisasi.
Tim PKM UNISRI diketuai Prof.Dr. Siti Supeni, S.H., M.Pd.,
dengan anggota Ama Farida Sari, S.Pd., M.Pd., Isra Nur Hanifah, S.Pd., M.Pd.,
dan mahasiswa PPKn Riyana. Dalam kegiatan ini tim juga menyerahkan Media
Pembelajaran “Artefak Pitutur Budaya Jawa” kepada PGRI Cabang Kecamatan
Banjarsari yang diterima langsung oleh Ketua PGRI Banjarsari, Kartono,
http://S.Pd., http://M.Pd.
Ketua Tim PKM, Prof. Dr. Siti Supeni, menyampaikan empat
permasalahan utama yang dihadapi guru SD. Pertama, kurikulum muatan lokal
berbasis budaya daerah belum terimplementasi secara terprogram dalam
pengembangan pendidikan karakter. Kedua, pemahaman guru tentang muatan lokal
budaya daerah masih rendah. Ketiga, kegiatan ekstrakurikuler penunjang muatan
lokal belum optimal. Keempat, minimnya tenaga pelatih atau praktisi budaya
untuk memajukan sekolah.
Tiga Solusi Konkret
Untuk itu, tim UNISRI memberikan tiga solusi konkret.
Pertama, melakukan pendampingan penerapan Kurikulum Muatan Lokal berbasis
budaya daerah dalam pengembangan pendidikan karakter siswa SD di Kota
Surakarta. Kedua, menyusun prosedur pengembangan kurikulum muatan lokal
berbasis budaya daerah yang praktis digunakan guru.
Ketiga, membimbing para guru menyusun draft buku panduan
Kurikulum Muatan Lokal berbasis budaya daerah yang ditinjau dari aspek edukatif,
rekreatif, maupun kompetitif. “Harapannya guru-guru SD di Banjarsari memiliki acuan jelas
sehingga nilai-nilai seperti gotong royong, tepa selira, dan unggah-ungguh
dapat masuk dalam pembelajaran harian.
Artefak Pitutur
Budaya Jawa yang kami berikan bisa menjadi media pembelajaran konkret di kelas,”
jelas Prof. Dr. Siti Supeni. Ketua PGRI
Cabang Banjarsari, Kartono, http://S.Pd., http://M.Pd., menyambut baik program
ini.
Menurutnya, penguatan karakter melalui budaya lokal sangat
relevan dengan kondisi Kecamatan Banjarsari yang memiliki keberagaman sekolah
dan siswa. “Kami berterima kasih kepada UNISRI. Pendampingan ini membantu guru
menerjemahkan budaya Jawa ke dalam RPP dan aktivitas siswa,” ujarnya.
Kegiatan PKM diisi dengan workshop penyusunan modul ajar,
praktik penggunaan media Artefak Pitutur Budaya Jawa, serta penyamaan persepsi
tentang indikator capaian pendidikan karakter berbasis budaya. Peserta juga
menyusun rencana tindak lanjut implementasi di sekolah masing-masing.
Melalui PKM ini, UNISRI menegaskan komitmen Tridharma
Perguruan Tinggi untuk mendukung Dinas Pendidikan Kota Surakarta dalam
mewujudkan Profil Pelajar Pancasila yang berakar pada budaya daerah. (Her)


