Negara Pertama Menyatakan Dukungan dan Pengakuan Berdirinya RI, adalah Nagari Kasunanan Surakarta. Inilah Penilaian Dr. Kalono

 

Dr. Muhammad Sri Kalono SH.Msi, ketika memberikan keterangan kepada wartawan di Kraton Kasunanan Surakarta. 

SOLO, JURNALKREASINDO.com - Tercatat dalam sejarah, berdirinya NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang pada waktu itu dikuasai (raja) SISKS Paku Buwono (PB) XII memiliki peran yang sangat penting dalam mengukir sejarah di negara ini, karena sehari setelah kemerdekaan Republik Indonesia , Kraton Surakarta yang pertama kali menyatakan dukungan dan mengakui kemerdekaan Republik Indonesia .

Untuk itu, Dr. Muhammad Sri Kalono SH.Msi, konsultan dan advokat yang terkenal ini hadir di Kraton Surakarta, pada Selasa (11/8/2026) sore dengan tujuan, saat ini bulan Agustus, menjelang HUT (hari ulang tahun) Republik Indonesia Ke 81.  “Selain itu, mengingatkan ketika diproklamirkannya RI, pada 17 Agustus 1945, dimana negara yang pertama kali menyatakan dukungan dan pengakuan berdirinya RI, adalah Nagari Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada, tanggal 18 Agustus 1945” ungkapn Kalono

Pada saat itu PB XII memberikan telegram ucapan selamat dan dukungan atas berdirinya negara Republik Indonesia. Kemudian pada tanggal 5 September 1945 dibuatlah maklumat Surakarta. “Mestinya peristiwa ini tercatat, karena pada tanggal 19 Agustus 1945, dimana pada waktu itu Presiden Soekarno memberikan pernyataan sebagai Daerah Istimewa Surakarta (DIS). “Ini artinya, ada gayung bersambut antara PB XII dengan persiden pertama RI” tuturnya

Selanjutnya, sebagai warga negara, sebaiknya jangan sampai melupakan sejarah, maka perlu diingatkan kepada pemerintah RI, karena begitu diploklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia, belum memiliki wilayah, sehingga tidak ada negara yang mengakuinya pada waktu itu. Pertama kali yang mengakui kemerdekaan RI adalah nagari Kasunanan Surakarta Hadiningrat, ini harus diingat. “Kami berharap kraton ini jangan hanya rebutan tahta kraton saja” harapnya

Tetapi ingat-ingatlah dahulu PB XII, bergabung dan berjuang mempertahankan Repulik Indonesia ini. emikian juga pemerintah harus bertanggung jawab kepada kraton ini, sebab pihak kraton pada waktu itu telah menyumbangkan  kekayaan dan harta untuk  negara ini, maka ketika saat ini kondisi bangunan kraton banyak yang rusak. Sehingga kalau sekarang kraton tidak punya kemampuan apa-apa,  “Dengan begitu, jika pemerintah melalui menteri kebudayaan membangun kembali kraton, itu sudah sewajarnya” tandasnya. (Hong)