Prof. Dr. Dra. Winarti, M.Si, ketika
membuka perayaan Dies Natalis Ke- 46 UTP Surakarta yang diwarnai dengan senam
gayeng dan olahraga tradisional goara-goara.
Senam gayeng momen menjalin
kekeluargaan antara pihak yayasan, rektorat, dosen dan karyawan UTP Surakarta
Konsep “Senam Gayeng” dipilih secara khusus, untuk
menonjolkan nilai-nilai kekeluargaan dan kearifan lokal Jawa yang menjadi ciri
khas UTP. Istilah “gayeng” sendiri berarti menyenangkan atau asyik,
menggambarkan suasana acara yang santai namun tetap bersemangat. Senam itu
diikuti pihak yayasan, dosen, karyawan,
tampak antusias mengikuti gerakan senam yang dipadukan dengan musik-musik
populer dan tradisi.
Selain senam dan jalan sehat, kehadiran permainan
tradisional goara-goara menjadi sorotan menarik. Permainan yang melibatkan
ketangkasan dan kerja sama tim ini berhasil memancing tawa dan nostalgia,
sekaligus menjadi sarana edukasi budaya. Kehadiran elemen tradisional ini
selaras dengan komitmen UTP dalam melestarikan budaya di tengah arus
modernisasi dan digitalisasi kampus.
Acara ini juga berfungsi sebagai momen silaturahmi dan
menghilangkan sekat antara rektorat, dosen senior, dan karyawan seolah luluh
oleh keringat dan gelak tawa. Banyak peserta yang menilai bahwa kegiatan
semacam ini efektif untuk merefresh pikiran setelah rutinitas akademik yang
padat. Sebagai penutup rangkaian Dies Natalis ke-46, kegiatan fisik ini
diharapkan dapat menularkan energi positif bagi seluruh warga UTP Surakarta. (Her)



