Menbud Fadli Zon Resmikan Awal Revitalissi 13 Bangunan Kraton Surakarta, untuk Penguatan Pelestarian Pengetahuan

 

Fadli Zon dan Respati Achmad Ardianto, ketika melakukan prosesi peletakan batu pertama dimulainya Revitalisasi Kraton Surakarta. 

SOLO, JURNALKREASINDO.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Walikota Solo Respati Ardi dan Sinuhun PB XIV Hangabehi, Panembahan Agung Tedjowulan (Ketua Pelaksana) dan GKR Wandansari  (Ketua Lembaga Dewan Adat) melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya revitalisasi Karaton Surakarta Hadiningrat, pada Rabu (23/9/2026).

Pada kesempatan yang sama, Fadli Zon  meresmikan hasil revitalisasi Kantoran Dalem, bangunan bersejarah yang menjadi pusat administrasi Karaton pada masa lalu. Kantor itu kedepan akan digunakan Panembahan Agung Tejowulan dan Sinuwun PB XIV Hangabehi. Revitalisasi sebanyak 13 bangunan kraton.

sehingga  berfokus pada pemugaran bangunan fisik, tetapi juga mencakup pelestarian warisan budaya, termasuk digitalisasi naskah dan pengetahuan Karaton agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat. “Revitalisasi Karaton Surakarta tidak hanya menyangkut pemulihan dan penataan fisik kawasan. Proses tersebut juga diarahkan pada penguatan pelestarian pengetahuan” lanjutnya

Diantaranya  naskah, tradisi, serta berbagai warisan budaya yang berada di lingkungan Karaton,” ujar Fadli Zon. Kantoran Dalem dihidupkan kembali sebagai bagian dari pelestarian sejarah. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Fadli Zon melakukan pemotongan pita sebagai simbol selesainya revitalisasi Kantoran Dalem Karaton Surakarta.

Diketahui, kantoran Dalem merupakan bangunan bersejarah yang dibangun pada masa pemerintahan Pakubuwono IV. Dalam perkembangannya, bangunan itu terakhir digunakan sebagai kantor pada era Pakubuwono XI. Revitalisasi dilakukan sebagai upaya menjaga keberlangsungan bangunan cagar budaya agar tetap terawat sekaligus mendukung aktivitas pelestarian kebudayaan.

Menbud dan Walikota Surakarta didampinggi para keluarga kraton, ketika menyanyi lagu Indonesia Raya.

Terutama  di lingkungan Karaton Surakarta. “Penyelesaian revitalisasi Kantoran Dalem menjadi bagian dari upaya menjaga dan merawat bangunan bersejarah milik Karaton Surakarta agar keberadaannya tetap terpelihara dan dapat mendukung kegiatan pelestarian kebudayaan,” jelas politisi Partai Gerindra tersebut.

Sedangkan tentang digitalisasi jadi fokus pelestarian naskah Karaton. Dengan demikian, selain revitalisasi fisik, pemerintah juga mendorong pelestarian warisan intelektual Karaton melalui digitalisasi berbagai koleksi bersejarah. Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap naskah, arsip, dan pengetahuan yang selama ini tersimpan di lingkungan Karaton.

Saat ini proses digitalisasi telah dimulai melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Manasa, yang menargetkan digitalisasi sekitar 200 naskah kuno. Meski demikian, jumlah tersebut masih menjadi sebagian kecil dari keseluruhan koleksi yang memerlukan pelestarian secara berkelanjutan “Digitalisasi nantinya dapat memperluas akses masyarakat terhadap berbagai koleksi dan sumber pengetahuan Karaton Surakarta” jelasnya

Fadli Zon, saat memberi keterangan kepada wartawan didampingi Paku Buwono XIV dan GKR Wandansari.

Dengan pemanfaatan teknologi, warisan pengetahuan yang selama ini tersimpan dapat dipelajari dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara lebih luas,” pungkasnya.  Pemerintah dorong kolaborasi untuk menjaga keberlanjutan Karaton. Kementerian Kebudayaan menilai keberhasilan revitalisasi Karaton Surakarta memerlukan dukungan berbagai pihak.

Mulai dari pemerintah, lembaga kebudayaan, akademisi, hingga sektor swasta. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat pembiayaan sekaligus mempercepat pelestarian aset budaya yang dimiliki Karaton Surakarta. Sementara itu, GKR Koes Moertiyah Wandansari mengatakan, peletakan batu pertama revitalisasi Karaton Surakarta menjadi penanda dimulainya tahap baru pelestarian kawasan bersejarah tersebut.

Sedangkan, revitalisasi Kantoran Dalem menjadi simbol bahwa upaya menjaga warisan budaya tidak hanya dilakukan dengan merawat bangunan, tetapi juga memperkuat akses pengetahuan melalui digitalisasi demi generasi mendatang.“Kolaborasi antara Karaton Surakarta, pemerintah, lembaga terkait, serta berbagai pihak lainnya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program revitalisasi dan pelestarian,” tuturnya.(Hong)