Wisuda UTP Program Magister Ke-11, Sarjana Ke-93 dan Vokasi Ke-4, Lahirkan Ilmuwan Tingkat Dunia dan Atlet Pelatnas

Rektor UTP Surakarta didampingi Wakil Rektor I, II, III dan Muhammad Altab  dan para atlet berprestasi berfoto bersama.

SOLO, JURNALKREASINDO.com  -  Universitas Tunas Pembangunan (UTP ) Surakarta memasuki usia ke-46 ini menggelar wisuda Magister Ke-11, Sarjana Ke-93 dam Vokasi Ke-4, Lahirkan Ilmuwan tingkat dunia dan Atlet Pelatnas. Sumua itu didasar dengan semangat untuk terus tumbuh, bertransformasi, dan memberikan dampak nyata bagi  masyarakat. Perhelatan ini bukan sekedar perjalanan UTP sebagai penanda usia institusi, tetapi  menjadi momentum untuk melihat kembali berbagai capaian yang telah diraih.

Namun  sekaligus  memperkuat komitmen UTP dalam menjawab kebutuhan pendidikan tinggi di tengah  perubahan zaman. Tahun Mewujudkan Generasi Berkarakter, melalui Digitalisasi menuju Prestasi  Unggul. Sehingga  menjadi momentum untuk melihat kembali berbagai capaian yang telah diraih sekaligus  memperkuat komitmen UTP dalam menjawab kebutuhan pendidikan tinggi di tengah  perubahan zaman. Rangkaian Dies Natalis ke-46 UTP menjadi ruang  untuk memperkuat tiga hal utama, yaitu pengembangan akademik, perluasan jejaring  kerja sama, serta peningkatan kontribusi UTP bagi masyarakat dan pembangunan  nasional.

Salah satu capaian penting UTP pada momentum Dies Natalis ke-46 adalah hadirnya  Program Studi Magister Manajemen.  Pembukaan program studi jenjang magister ini menjadi bagian dari langkah strategis UTP  dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan menjawab kebutuhan masyarakat. Terhadap  sumber daya manusia yang memiliki kompetensi manajerial, kepemimpinan,  serta kemampuan mengambil keputusan secara profesional.  Kehadiran S2 Manajemen juga menjadi bagian dari transformasi UTP sebagai institusi  pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan sarjana dan vokasi saja

Tetapi  terus memperkuat jenjang pendidikan hingga pascasarjana.  “Ke depan, UTP ingin memastikan bahwa pengembangan program studi tidak hanya  berbasis pada kebutuhan akademik, tetapi juga memiliki relevansi dengan kebutuhan  dunia kerja, dunia industri, pemerintahan, serta perkembangan ekonomi dan  masyarakat.  “Lahirnya S2 Manajemen menjadi salah satu bukti bahwa UTP terus bertumbuh. Kami  ingin UTP bukan hanya menjadi tempat memperoleh gelar akademik, tetapi menjadi  ruang untuk membentuk pemimpin dan profesional yang mampu memberikan dampak nyata” ungkap Prof. Dr. Dra Winarti, Msi , Rektor UTP Surakarta

Ungkapan Winarti itu diutarakan, ketika jumpa pers pada Rabu (16/9/2026) di GOR Kampus setempat, selain penguatan internal, UTP terus membangun kolaborasi dengan berbagai  kementerian dan lembaga pemerintah. Salah satunya melalui pelaksanaan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Program  Pendidikan Profesi Guru (PPG). Program-program tersebut menjadi bentuk kontribusi UTP dalam mendukung  peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui akses pendidikan yang  lebih fleksibel serta penguatan profesionalisme tenaga pendidik.

Bagi UTP, kerja sama dengan pemerintah bukan sekadar hubungan kelembagaan, tetapi  merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung agenda  pembangunan sumber daya manusia Indonesia.  Pada tahun ini, UTP kembali mendapatkan kepercayaan dalam mendukung program  beasiswa melalui kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).UTP menerima 30 mahasiswa penerima Beasiswa Sawit yang berasal dari berbagai  daerah di Indonesia.

Suasana gladi bersih, pada Rabu (16/9/2026) di GOR UTP Surakarta sebegai persiapan wisuda Kamis (17/9/2026) pagi harinya. 

Kehadiran mahasiswa dari berbagai wilayah tersebut memberikan warna tersendiri bagi  UTP karena kampus semakin menjadi ruang pertemuan mahasiswa dengan latar  belakang daerah, budaya, dan pengalaman yang beragam. Program ini sekaligus menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting  dalam membuka akses pendidikan bagi generasi muda dari berbagai daerah.  “Kami berkomitmen tidak hanya menerima mahasiswa, tetapi juga memberikan  lingkungan akademik yang mampu membantu mereka mengembangkan kompetensi,  karakter, serta potensi masing-masing” tambahnya

Winarti juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UTP. Baginya  30 mahasiswa penerima Beasiswa Sawit bukan hanya angka, tetapi 30 generasi muda  yang membawa harapan dari daerahnya masing-masing untuk mendapatkan pendidikan  dan kemudian kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.  Dies Natalis ke-46 UTP tidak hanya dirayakan dalam bentuk seremoni, tetapi diisi dengan  berbagai kegiatan akademik dan nonakademik. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi representasi karakter UTP yang terus mendorong  keseimbangan antara prestasi akademik, kreativitas, olahraga, budaya, inovasi, dan  pengembangan karakter mahasiswa.

Melalui berbagai kegiatan tersebut, Dies Natalis menjadi momentum untuk  mempertemukan sivitas akademika, mitra, mahasiswa, alumni, masyarakat, hingga  jejaring internasional. Berbagai Kegiatan Dies Natalis UTP Surakarta, Wayangan &  Tirakatan, seminar internasional (ICEETE), Goara-Goara International Competition, serta  agenda terakhir dibulan Agustus lalu yaiti, senam gayeng dan jalan sehat. Pada bidang akademik, salah satu agenda utama Dies Natalis ke-46 adalah  penyelenggaraan International Conference (ICEETE) 2026 pada bulan Juli. ICEETE menjadi salah satu ruang bagi UTP untuk memperluas jejaring akademik  sekaligus mempertemukan akademisi dan peneliti dari berbagai negara.

Konferensi ini menghadirkan pembicara dari sejumlah negara, di antaranya Malaysia,  Inggris, Amerika Serikat, Filipina, serta Indonesia.  Kehadiran akademisi dan pembicara internasional tersebut menjadi bagian dari langkah  UTP untuk semakin membuka diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global. Bagi UTP, internasionalisasi bukan hanya tentang menghadirkan narasumber dari luar  negeri, tetapi bagaimana sivitas akademika UTP (Prof. Dr. Ir. Achmad Fatkhul Aziez, M.p.  Sebagai narasumber dari UTP Surakarta) dapat membangun kolaborasi, bertukar  gagasan, menghasilkan penelitian, serta menciptakan inovasi yang memiliki relevansi  lebih luas.

Semangat internasionalisasi UTP juga diwujudkan melalui Kompetisi Goara-Goara  Internasional. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi  dan menghadirkan peserta dengan latar belakang yang beragam.  Sejumlah perguruan tinggi yang terlibat di antaranya Universitas Islam Indonesia (UII),  UIN Salatiga, Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Duta Bangsa (UDB), serta  jejaring mahasiswa internasional. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa internasionalisasi kampus tidak selalu harus  berlangsung dalam ruang konferensi akademik.

Interaksi antarmahasiswa melalui kompetisi, kreativitas, budaya, dan aktivitas bersama  juga menjadi bagian penting dalam membangun global mindset di kalangan mahasiswa.  UTP ingin mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki  kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan beradaptasi dengan lingkungan yang  semakin global. Wisuda kali ini bertepatan dengan Dies Natalis UTP ke-46 akan ada orasi ilmiah yang  disampaikan oleh Dr. Diana Dewi Wahyuningsih, S.Pd., M.Pd. 

Inilah para atlet dan peneliti unggulan UTP Surakarta juga termasuk wisudawan tahun 2026 ini. 

Kehadiran orasi ilmiah diharapkan menjadi ruang refleksi akademik bagi sivitas  akademika UTP sekaligus memberikan perspektif mengenai tantangan dan peluang  pendidikan tinggi di masa depan. Dengan demikian, Dies Natalis ke-46 tidak berhenti pada perayaan usia, tetapi menjadi  momentum untuk terus menegaskan posisi UTP sebagai perguruan tinggi yang  berkembang, adaptif, dan berorientasi pada prestasi serta kebermanfaatan. “Kami berharap terus bergerak dari kampus yang bertumbuh  menjadi kampus yang semakin berdampak” ujar Diana

Ada beberapa arah yang menjadi perhatian UTP ke depan.  Pertama, penguatan kualitas akademik. UTP akan terus mengembangkan program studi  dan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman dan dunia kerja. Kedua, penguatan internasionalisasi. Jejaring internasional akan terus diperluas melalui  konferensi, pertukaran pengetahuan, kolaborasi penelitian, mobilitas mahasiswa, serta  kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri. Ketiga, penguatan kolaborasi dengan pemerintah dan mitra strategis. UTP akan terus mengambil bagian dalam program-program yang mendukung  peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Keempat, pengembangan mahasiswa secara utuh. Prestasi akademik akan berjalan  beriringan dengan pembentukan karakter, kemampuan kepemimpinan, kreativitas,  olahraga, budaya, dan kepedulian sosial. Kelima, memperkuat positioning UTP sebagai kampus Juara, berdampak dan unggul. Berikut para wisudawan Fakultas Tehnik,  Program studi Teknik Sipil (77 Wisudawan), Program studi Arsitektur (27Wisudawan), Program Studi DIV Sistem  Informasi Kota Cerdas (5 Wisudawan) dan Program Studi DIII Teknologi  Pemeliharaan Pesawat  (2  wisudawan) II. Fakultas Pertanian, Program studi Agroteknologi  ( 4 Wisudawan) dan Program studi Agribisnis ( 14 Wisudawan).

Selanjutnya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program studi Manajemen  (22 Wisudawan) dan Program Studi Akuntansi (11 Wisudawan), untuk  Fak. Keguruan dan Ilmu Pendidikan,  Prodi. Bimbingan & Konseling (12 Wisudawan), Prodi Pend. Kepelatihan Olahraga ( 86 Wisudawan), Prodi Pend. Guru Sekolah Dasar (73 Wisudawan),  Prodi Pend. Jasmani  (50 Wisudawan). Untuk Prodi S2 PENJAS (15 Wisudawan). Dari semua wisudwan itu terdapat 14 wisudawan terbaik, Dimana wisudawan terbaik ini diambil satu orang drai  masing-masing prodi dengan IPK tertinggi.

Adapun wisudawan berprestasi cumlaude  antara lain   S2 Penjas : 5 orang,   S1 Teknik Sipil  40 orang,  S1 Arsitektur  13 orang,  S1 Agroteknologi  1 orang,  S1 Agribisnis  9 orang, S1 Manajemen  19 orang,  S1 Akuntansi  10 orang, S1 BK  6 orang, S1 PKO  51 orang, S1 PGSD 9 Orang, S1 Penjas  40,  orang, D3 TPP  1 Orang dan  D4 SIKC  2 orang,  Dengan diwisudanya 398 (Tiga Ratus Sembilan Puluh Delapan) Wisudawan Program Sarjana pada hari ini, maka sejak berdiri pada tahun 1979/1980 sampai dengan saat ini  Universitas Tunas Pembangunan Surakarta telah berhasil meluluskan sejumlah 18.544  (Delapan Belas Ribu Lima Ratus Lima Ratus Empat Puluh Empat) Program Sarjana, 60  (Enam Puluh) Program Magister, 8 (Delapan) Mahasiswa Program Sarjana Terapan, dan  15 (Lima Belas) Program Diploma III.  

Berikut list raihan prestasi UTP, baik mahasiswa maupun dosen sejak Mei 2026 – September 2026   Tim Atletik Master UTP sabet juara umum kejuaraan atletik master Jateng 2026 - Tim dosen UTP, Juara 3 Turnamen lapangan LLDIKTI VI Jateng 2026. Mahasiswa S1 PKO FKIP UTP, Arlyansyah Abdulmanan, pemain muda terbaik Piala  Presiden Elite 2026, mahasiswa PGSD UTP raih Gold medal di PEKSIMIDA 2026 (Lomba Fotografi)  - GENBI UTP raih juara 3 & the best supporter ajang jawara kenduren, Bank Indonesia  2026, mahasiswa PKO UTP, Freddy Setiawan, raih medali di Parabadminton Internasional  Prancis 2026 (Gold medal and bronze medal),  Tim Rancang bangun UTP raih juara 1 Lomba kuat beton Petra Civil Expo 2026  - Tim Rancang bangun UTP berhasil meraih Juara 2 dalam ajang lomba beton nasional di  Bali,  Tim Rancang bangun UTP raih juara 3 di ajang Fondays Days 2026 yang diselenggarakan  oleh HMDS sekolah vokasi prodi Teknik Sipil UNS, -11 mahasiswa FP UTP mengikuti International Internship Program Japan  12.

Empat puluh enam tahun adalah perjalanan yang panjang, tetapi bagi UTP ini bukanlah  garis akhir. Justru menjadi titik untuk melangkah lebih jauh. Kami ingin terus melahirkan  generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter,  kompetensi, kepemimpinan, dan keberanian untuk memberikan dampak bagi  masyarakat. Melalui pengembangan program studi, kerja sama dengan pemerintah dan berbagai  mitra, penguatan internasionalisasi, serta berbagai capaian sivitas akademika, UTP ingin  terus hadir sebagai perguruan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Di usia ke-46 ini, semangat kami sederhana: terus bertumbuh, terus berprestasi, dan  terus memberikan dampak. Karena bagi UTP, menjadi kampus Juara bukan hanya tentang  memenangkan kompetisi, tetapi tentang bagaimana setiap prestasi dapat memberikan  manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.

Internasionalisasi UTP, dari Jejaring Global Hingga Mahasiswa Berprestasi Dunia

Internasionalisasi menjadi salah satu arah pengembangan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP). Bagi UTP, internasionalisasi bukan sekadar menghadirkan kegiatan dengan narasumber atau mitra dari luar negeri, tetapi jugabagaimana lingkungan kampus menjadi semakin terbuka bagi mahasiswa internasional dan mahasiswa Indonesia yang memiliki prestasi di tingkat dunia. Pada tahun 2026, UTP kembali menunjukkan perkembangan tersebut dengan menerima mahasiswa baru yang berasal dari Timor-Leste. Kehadiran mahasiswa internasional ini menjadi bagian dari langkah UTP untuk membangun lingkungan akademik yang semakin beragam dan memiliki perspektif global.

Dengan hadirnya mahasiswa dari Timor-Leste, UTP tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi ruang bertemunya mahasiswa dari berbagai latar belakang negara, budaya, dan pengalaman. Kondisi tersebut diharapkan dapat membangun kemampuan mahasiswa untuk berkomunikasi, berkolaborasi, serta beradaptasi dalam lingkungan yang semakin global. Internasionalisasi UTP juga semakin kuat dengan Kerjasama yang dilakukan dengan University of Mindanao, Filipina.  

Adapun kegiatan yang dilaksanakan antara lain Guest Lecture dan Workshop dengan 3 Fakultas yang ada di UTP yaitu Teknik (Prodi SIKC), FKIP (Pendidikan Jasmani dan PKO), dan FEB (Akuntansi) Pada Bulan Juni 2026. Selain itu juga dilaksanakan penandatanganan Kerjasama (MoU) di Tingkat program studi. LangkahIni menjadi landasan resmi bagi kedua institusi untuk mengembangkan kolaborasi di bidang Pendidikan, penelitian, dan pengabdian Masyarakat kedepannya. Adanya Kerjasama ini tentu akan membuka peluang besar untuk pertukaran ilmu dan semakin mengkukuhkan posisi UTP di kancah Pendidikan internasional.

11 Mahasiswa Npc Mengikuti Wisuda Sarjana Ke-93

Dari 11 mahasiswa yang merupakan atlet National Paralympic Committee (NPC) akan diwisuda besok (17/09/26) di GORS UTP. Mereka bukan sekadar mahasiswa dengan latar belakang olahraga, tetapi merupakan atlet dengan rekam prestasi yang telah menembus level internasional. Kehadiran 11 atlet NPC tersebut menjadi sebuah kebanggaan sekaligus bukti bahwa UTP memberikan ruang bagi generasi muda berprestasi untuk mengembangkan dua hal secara bersamaan: prestasi olahraga dan pendidikan akademik.

Bagi UTP, prestasi para atlet tersebut sejalan dengan karakter kampus yang memiliki kekuatan pada bidang olahraga. Kampus ingin memastikan bahwa prestasi di arena pertandingan tidak menjadi penghalang bagi atlet untuk memperoleh pendidikan tinggi. Sebaliknya, pendidikan diharapkan menjadi bekal penting bagi para atlet untuk mempersiapkan masa depan mereka, baik ketika masih aktif sebagai atlet maupun setelah memasuki fase berikutnya dalam kehidupan profesional. Hal ini juga memperkuat positioning UTP sebagai kampus Juara. Juara tidak hanya dimaknai sebagai mereka yang memenangkan kompetisi, tetapi juga mereka yang mampu menginspirasi, membawa nama Indonesia di tingkat internasional, dan terus berkembang melalui pendidikan.

Dengan demikian, internasionalisasi UTP saat ini berjalan dalam berbagai bentuk: melalui mahasiswa internasional, mahasiswa berprestasi internasional, konferensi akademik internasional, kompetisi internasional, serta jejaring kerja sama dengan perguruan tinggi dan mitra dari berbagai negara. Ke depan, UTP akan terus memperluas ruang internasionalisasi tersebut. Targetnya bukan hanya meningkatkan jumlah mahasiswa asing atau kegiatan internasional, tetapi membangun ekosistem pendidikan yang memungkinkan mahasiswa UTP memiliki global mindset, kompetensi yang kuat, karakter yang unggul, dan keberanian untuk bersaing di tingkat internasional.

Dengan adanya prestas yang diraih para mahasiswa itu, Maka Winarti berpesan, mahasiswa UTP tidak hanya menjadi juara di tingkat lokal maupun nasional, tetapi juga memiliki kesempatan dan kemampuan untuk tampil di panggung internasional. Dan 11 atlet NPC yang akan diwisuda besok menjadi bagian dari UTP adalah contoh nyata bahwa pendidikan dan prestasi internasional bisa berjalan bersama.”Kalau hari ini ada mahasiswa dari Timor-Leste yang memilih UTP dan ada 11 atlet NPC berprestasi internasional yang menjadi bagian dari keluarga UTP, bagi kami itu adalah sinyal bahwa UTP sudah mulai dilihat bukan hanya sebagai kampus di Surakarta, tetapi sebagai kampus yang mampu menjadi rumah bagi talenta-talenta berprestasi” pesannya

Melalui dosen pembingnya Ir. Mahananto M.P dan  Agung Prasetyo, S.P., M.P, Muhammad Altab  menyelesaikan tugas akhirnya dengan membuat jurnal yang berhasil dipublish di sinta 2. Altab melakukan penelitian tentang volume ekspor kopi dari provonsi Jateng ke 6 negara tujuan. Proses pengerjaan skripsi memakan waktu 1 tahun, karena ada beberapa kendala waktu mencari data di beberapa web/instansi karna tidak tersedia 1 situs aja, tetapi banyak situs seperti bps dari tahun 2004-2023 dimana mencari satu-satu dan setia negaranya.

Web lainya yang digunakan seperti Word Bank, BI, Internasional Coffee Organization. Kendala lainnhya harus belajar menggunakan aplikasi E-View, yang dimana harus belajar lagi dari 0, karena saat kuliah hanya diajarkan mengolah data dengan SPSS. Judul skripsi : Macroeconomic and Production Determinants of Coffee Export Volume from Central Java:  Evidence from Bilateral Panel Data.  (Her)