KADER KESEHATAN DESA KATELAN MOGOK KERJA, GEGARA BIDAN DIPINDAH PUSKESMAS

Surat pernyataan penolakan yang ditandatangani kader kesehatan dan ratusan elemen masyarakat Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.

SRAGEN (JURNALKREASINDO.COM) – Gara-gara Bidan Desa Katelan, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, Umaningsih.SST.MKes  yang semula bekerja di Poliklini Kesehatan Desa (PKD) desa setempat, dipindak Ke- Puskesmas Tangen, maka para kader kesehatan baikot dengan tindakan mogok kerja.

Kepindahan Umaningsih tersebut atas desakan Kades Katelan Kunto Cahyono, diduga kuat Kunto ingin mencalonkan lagi sebagai Kades Katelan dan bidan ini dianggap tidak mendukungnya, sehingga harus disingkirkan. Dianggap bidan itu lebih dekat dengan Suparno yang akan menjadi rival kunto di Pilkades nanti.

Peristiwa ini terjadi, sejak Kunto Cahyono menjabat sebagai Kepala Desa Katelan, keberadaan bidan ini sudah mulai di goyah. Dengan demikian, belakangan ini entah kenapa Kunto Cahyono ngotot mendesak minta Umaningsih dipindahkan dari desanya. Mendengar isu yang semakin santer tersebut, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, menarik Umaningsir ke Puskesmas Tangen.

Menanggapi hal itu Umaningsih mengaku kalau dirinya hanya dijadikan korban politik saja, meski secara pribadi dan kedinasan Ia tidak memiliki masalah dengan Kunto. “Saya menjalankan tugas sebagai bidan desa dengan sungguh sungguh, melayani kesehatan masyarakat dan hubungan secara kelembagaan Desa Katelan juga baik” tandas Umaningsih kepada wartawan

Tidak Beralasan

Bahkan Ia membuka kantor Poliklinik Kesehatan Desa ( PKD) tiap hari kerja, selain itu Umaningsih banyak kegiatan dengan masyarakat,di Posyandu yang terdiri dari 4 kebayanan.  Isu ingin menggeser dirinya, sebagai bidan Desa Katelan sebenarnya sudah lama didengar, begitu juga tentang Kunto yang mengadu ke Camat Tangen juga Ia ketahuinya. 

Kantor Poliklinik Desa Katelan yang semula menjadi tempat bekerja bidan Umaningsih.

Namun pengaduan Kades Katelan itu ditolak Camat Tangen, Tetuko Andri Setyawan, karena mengenai pemindahan Bidan Desa Katelan bukan kewenangan camat, tapi kewenangan Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen ( DKK). Selanjutnya, Kunto mengadu kepada Kepala Puskesmas Tangen dr. Nuning Ekowati dan sampai ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen.

“Mengapa pak Kunto kok ngembet banget ingin memindahkan saya ,kalau ada alasan yang kuat pasti saya menerima, tapi kalau tidak ada alasan kuat,saya akan melawan " ungkap Umaningsih. Menanggapi hal itu,  Kepala Puskesmas Tangen dr Nuning Ekowati mengatakan, untuk menghindari polemik ketidakharmonisan itu, Umaningsih ditarik sementara ke- Puskemas Tangen.

Surat Penolakan

Dan digantikan bidan dari Binwil yang akan menjalankan tugas sebagai bidan desa Katelan. Dengan adanya kejadian tersebut dan adanya tindakan rasa solidaritas yang selama ini terbangun dengan baik , serta keperihatinan, sehingga  para kader kesehatan se-Desa Katelan, aktivis, tokoh masyarakat relawan dan LSM di wilayah Desa Katelan membuat  aksi pengumpulan tanda tangan dalam surat pernyataan penolakan pemindahan Bidan Desa Katelan Umaningsih.

Isi surat pernyataan penolakan yang ditandatangani ratusan simpatisan itu, mereka masih membutuhkan bidan Umaningsih sebagai Bidan Desa Katelan, namun bila permintaan ini tidak diindahkan, maka mereka tidak akan mendukung program kesehatan di Desa Katelan, Surat penyataan penolakan ditandatangeka ani 163 kader kesehatan dan elemen masyarakat setempat.

Hal ini dilakukan, juga karena bukan hanya Ubaningsih saja yang disingkirkan, tetapi Ketua Forum Kesehatan Desa (FKD ) tanpa konfirmasi dengan yang bersangkutan, Kader Pemberdayaan Manusia ( KPM ) Desa Katelan dipecat dan diganti, serta belakangan yang dipindahkan bidan Desa Katelan.  Semua itu diduga sebagai lawan politik Kades Katelan, Kunto Cahyono. (Her)