H. Puspo Wardoyo, ketika mengambil dengan
sendok satu persatu sambel tumpang masakan
para peserta lomba untuk dinilai.
sRAGEN, JURNALKREASINDO.com - Festival Pembagian 10 ribu sambel tumpang dibagikan secara gratis telah dilakukan di Sragen. Kegiatan itu berlangsung pada Minggu (15/2/2026) pagi di Kantor Terpadu Pemda Sragen dengan tajuk Festival Sambal Tumpang Nusantara H.Puspo Wardoyo, pengusaha kuliner Wong Solo Group sebagi juri utama dalam lomba sambel tumpang yang pesertanya datang dari berbagai daerah di Indonesia
Acara itu dihadiri Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Nasional (BKKBN) Wihaji, Bupati Sragen Sigit Pamungkas dan sejumlah kepala
dinas Pemda Sragen. Pada kesempatan itu, Puspo Wardoyo berharap, masakan khas
ini bisa dilestarikan dan jangan hanya
sekedar untuk memecahkan MURI saja.
Jadi, cara dan alat yang digunakan harus mengikuti zaman,
sehingga selalu berkembang dengan alat modern, namun tidak mengurangi rasa khas
sambal tumpang masakan warisan leluhur. meski sambel tumpang itu dikenal
sebagai makanan basah yang cepat basi, tetapi kedepan sambal tumpang Sragen, harus diproyeksikan lebih modern.
Para pedagang sambel tumpang,saat
membagikan masakannya secara gratis
kepada masyarakat.
“Saya ini juga pencinta masakan sambal tumpang, namun saya
merasa paling enak yang ada di Sragen ini” ujar Puspo Wardoyo yang juga pemilik
Distinasi Wisata Kalipepe Land itu sembari menambahkan, sambal tumpang khas
Sragen memiliki karakter unik, karena penggunaan bumbu tempenya lebih proporsional dibanding daerah
lain, rasanya kurang mantap. Namun yang ia beri catatan penting soal daya
tahan. “Kami memiliki alat modern yang mampu mengawetkan masakan tahan selama
dua tahun” katanya
Dengan demikian, agar sambel tumpang ini bisa
disebarluaskansecara nasional, maka bupati Sragen harus memberi tempat tempat
khusus nasi masakan nasi sambal tumpang itu di Sragen. “Kalau ini dilakukan, saya yakin akan diburu pelanggan kuliner,
karena masakan sambal tumpang khas disini rasanya sama dengan Solo, kalau di
Boyolali tempe bosoknya banyak” jelasnya
Sementara masakan sambal tumpang di Sragen ini tempe
bosoknya sedikit, namun rasanya pas. Meski begitu sambal tumpang bisa
diawetkan, sehingga perlu bekerja sama dengan Pabrik kuliner milik Puspo
wardoyo yang mampu mengawetkan masakan selama 2 tahun. “Pengawetan masakan yang
baik itu, bertujuan untuk menjaga vegetarian dan bisa untuk oleh-oleh”
tandasnya. Her)



