Prasetyo Adi Setiawan (tengah berkacamata) berfoto bersama para pemenang salah lomba yang digelar di Boyolali City Light.
BOYOLALI, JURNALKREASINDO.com – Dalam acara penutupan Boyolali City Light yang digelar pada Sabtu (11/4/2026) malam di Simpang Lima meriah. Agenda tahunan Boyolali City Light yang diiselenggarakan mulai jumat (13/3/2026) malam itu sukses, sehingga mampu menjadikan perhatian masyarakat. Event ini memeriahkan kawasan Simpang Lima hingga Tugu Susu Tumpah dan menjadi magnet bagi warga lokal maupun pemudik.
Ketua BPC (Badan Pengurus Cabang) PHRI (Perhimpunan Hotel
dan Restoran Indonesia) Boyolali, Prasetyo Adi Setiawan yang ditemui wartawan
menjelaskan, Boyolali City Light kali ini mampu menyedot kunjungan dari
wisatawan lokal dan daerah lain selama sebulan penuh. “Sepanjang jalur tersebut dihiasi lampu dan
dekorasi bertema Ramadan yang dirancang instagramable dengan konsep wajah baru
Boyolali Maju” ujarnya
Ketua BPC PHRI Boyolali, Prasetyo Adi
Setiawan, ketika memberikan keterangan pers didamping salah satu pengurusnya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi komunitas seni dan
masyarakat untuk tampil, mulai dari pertunjukan band, seni budaya, hingga berbagai
atraksi lainnya, khususnya saat akhir pekan. “BCL ini ternyata jadi ajang para
seniman Boyolali yang ingin unjuk gigi. Bagi masyarakat yang berminat, bisa
mendaftar dikontak person di Instagram kami, dan ternyata minat mereka untuk
tampil dengan menunjukan kepiawiannya begitu” katanya
Lebih jauh Adi menambahkan, seluruh pembiayaan kegiatan ini
tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah, melainkan berasal dari sponsor. antusias
masyarakat hingga ditahun ini berdasarkan data yang setiap hari diolah, dari
kunjungan, para animo yang berminat menikmati
Boyolali City Light ini jauh lebih tinggi. “Bahkan hasil UMKM-UMKM
meningkat sangat signifikan, sangat mendapatkan dampak positif, ter lihat dari
data yang kami akses” tuturnya
Penampilan tarian dari sanggar tari
Pramesti dari Boyolali, menjadi daya tarik tersebdiri.
Namun demikian, pihaknya tetap melakukan evaluasi internal dan eksternal terkait penyediaan
toilet, kantong parkir, maupun pedagang-pedagang yang berada dipinggir-pinggir
area Boyolali City Light memang harus lebih tertibkan lagi. Sehingga dari segi ekonomi sangat signifikan, meski dalam situasi
saat ini yang serba ketidak pastian, semua pelaku UMKM sangat merasa adanya
dampak positif.
Sementara itu Bupati Boyolali, Agus Irawan menyebutkan, perputaran
ekonomi dalam gelaran tersebut sempat menyentuh angka fantastis. “Perputaran
ekonomi di Boyolali City Light pada malam takbiran saja, sehari menyentuh hampir
Rp1 miliar. Boyolali City Light hampir selalu ramai setiap malam. Selain sebagai hiburan, kegiatan ini juga
diharapkan mampu mendorong pertumbuhan UMKM, serta menciptakan perputaran
ekonomi baru di daerah” jelasnya. (Hong)




