Ketua pelaksana SBI 2026 Aprizal Rizaldi Naim (paling kiri), bersama perwakilan delegasi ketika temu wartawan di Balaikota Surakarta.
SOLO, JURNALKREASINDO.com - Semarak Budaya Indonesia (SBI) ke-13 tepat pada tahun 2026 ini mengusung tema Swarna Bumi Bahari bakal dipentaskan selama 2 hari, Jumat – Sabtu (8-9/5/ 2026) mulai pagi hingga malam hari, bertempat di halaman Balaikota Surakarta. Hal Ini Diungkapakan Ketua Pelaksana SBI 2026, Aprizal Rizaldi Naim SH kepada sejumlah wartawan.
Tema Swarna Bumi Bahari yang secara spesifik mengeksplorasi
ragam kekayaan laut Indonesia melalui karya seni tari dan rupa. “Meskipun tema
berfokus pada nuansa laut, interpretasi artistik yang dihadirkan para penampil sangat
luas. Bisa dari makna gerakan tari, ataupun filosofi kehidupan masyarakat
pesisir” kata Aprizal
Dengan demikian, makna bahari tidak hanya terbatas pada
visualisasi laut secara harfiah saja, sama
seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini akan dimeriahkan dengan
menampilkan beberapa rangkaian acara. Diantaranya, Galeri Wastra Budaya, Pasar
Karya Nusantara, serta pagelaran seni utama Semarak Budaya Indonesia.
Festival tahun ini akan dimeriahkan 27 sajian seni tari yang
dibawakan beberapa delegasi sanggar dan komunitas seni dari seluruh penjuru
Nusantara. Dwiki Agil, selaku perwakilan dari Lembaga Inisiasi Flowmotion
Indonesia juga memaparkan, makna tari yang diberi judul ‘Rintik Bebatuan’ yang menggambarkan semangat hidup masyarakat
Gunungkidul.
Tari Rintik Bebatuan, akan dibawakan anak-anak dan dipadukan
dengan simbol api untuk melambangkan ketulusan ekspresi dan semangat yang membara. Sedangkan, Sanggar Seni Al-Farabi yang
berasal dari Bulukumba, Sulawesi Selatan juga menguraikan karyanya yang
berjudul ‘Spirit of Bahihe Kajang’ yang menceritakan kesederhanaan hidup masyarakat
adat Kajang, serta semangat perjuangan
dalam melawan penjajah.
Begitu juga Delegasi Damar Art yang diwakili Nazar Angga
yang akan mengurai kisah Dewi Sri Tanjung yang diekspresikan lewat drama tari.
Dengan judul tarian ‘Sraddha Patni’. “Tahun
ini kami membawakan tarian yang secara khusus mengangkat sisi feminisme dari Dewi
Sri Tanjung dan awal mula terbentuknya Banyuwangi,” tutur Angga
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih karena telah diundang
menjadi delegasi, dan berharap kerjasama ini dapat terjalin di tahun-tahun
berikutnya. Masyarakat diundang untuk hadir langsung dan menyaksikan pagelaran
ini, agar merasakan pengalaman estetis dan pesan moral yang disampaikan oleh
para penampil secara utuh.
Selain itu, seluruh rangkaian acara utama juga akan
disiarkan live streaming melalui kanal YouTube Semarak Budaya Indonesia. Acara diawali dengan Wilujengan atau doa
bersama, sebagai bentuk permohonan kelancaran bagi seluruh rangkaian kegiatan
SBI 2026. Prosesi wilujengan diikuti panitia sebagai bentuk harapan agar
rangkaian acara dapat berlangsung lancar, serta membawa manfaat bagi semua pihak. (Hong)


