Mahasiswa Pecinta Alam Kofarmha
Indonusa, Berhasil mendaki puncak Gunung Agung.
BALI,
JURNALKREASINDO.com - Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) KOFARMHA sukses
melaksanakan kegiatan ekspedisi bertajuk “Agung Mahayatra: Journey Of The
Brave” pada 10–18 Mei 2026 di kawasan Gunung Agung via Pura Pengubengan,
Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan wawasan
keilmuan, sosial, budaya, serta kepedulian lingkungan bagi mahasiswa. Ekspedisi
diikuti oleh empat mahasiswa lintas program studi, yaitu Richky Alfathir
Gautama dari Program Studi D3 Perhotelan, Ngaisah Rahmawati dari Program Studi
Bisnis Manajemen Ritel, Zien Satria Gaharu Wiranto dari Program Studi D3
Perhotelan.
Serta Salsabila Alfin Nirmala dari Program Studi Manajemen
Informasi Kesehatan. Kegiatan ekspedisi tidak hanya berfokus pada pendakian
Gunung Agung, namun juga menjadi sarana pembelajaran lapangan yang memberikan
pengalaman langsung kepada peserta dalam memahami kondisi alam, sejarah lokal,
budaya masyarakat, hingga kehidupan sosial di sekitar kawasan Gunung Agung.
Dalam pelaksanaannya, tim ekspeditor MPA KOFARMHA didampingi
oleh tim Mapala Wanaprastha Dharma sebagai tour guide dan pendamping lokal
sesuai ketentuan pendakian setempat. Pendakian berlangsung selama dua hari
dengan medan yang cukup menantang serta kondisi cuaca yang berubah-ubah. Berkat
semangat, kerja sama, dan kedisiplinan seluruh peserta, pada 13 Mei 2026 tim
berhasil mencapai puncak Gunung Agung via Pura Pengubengan dengan aman dan
lancar.
Berfoto bersama sebelum mendaki puncak Gunung Agung via Pura Pengubengan, Bali.
Keberhasilan mencapai puncak menjadi simbol semangat juang serta kemampuan manajemen lapangan yang dimiliki mahasiswa dalam menghadapi tantangan di alam bebas. Momentum tersebut sekaligus memperkuat nilai kepemimpinan, solidaritas, dan kemampuan problem solving selama kegiatan berlangsung.
Usai pendakian, kegiatan dilanjutkan dengan wawancara
bersama pihak basecamp dan masyarakat setempat guna menggali informasi mengenai
sejarah jalur pendakian Gunung Agung via Pura Pengubengan, budaya masyarakat
sekitar, serta pandangan spiritual masyarakat Bali terhadap keberadaan Gunung
Agung sebagai bagian penting dalam kehidupan sosial dan budaya mereka.
Kegiatan ini memberikan pemahaman baru kepada peserta
mengenai pentingnya menjaga harmoni antara manusia, budaya, dan alam. Sebagai
bentuk penguatan jejaring organisasi, tim ekspeditor juga melaksanakan kegiatan
susur sekretariat ke beberapa organisasi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) di
Bali, di antaranya Mapala Bhuana Giri, Mapala Wanaprastha Dharma, dan Mapala
Cakra Bhuana.
Pura Pengubengan sebagai jalan menuju
puncak Gunung Agung.
Melalui kunjungan tersebut, para peserta melakukan
pertukaran pengalaman, diskusi mengenai konservasi lingkungan, manajemen
organisasi, serta pengembangan kegiatan kepecintaalaman di kalangan mahasiswa. Tidak
hanya itu, dalam rangka memperluas wawasan sejarah dan budaya, tim juga
mengunjungi Museum Braja Sandhi sebagai media pembelajaran sejarah dan warisan
budaya Bali.
Kegiatan ekspedisi turut diisi dengan kunjungan ke lokasi
konservasi penyu Kurma Asih sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian
lingkungan dan ekosistem laut. Seluruh rangkaian kegiatan ekspedisi selesai
dilaksanakan dan tim kembali pada 18 Mei 2026 dalam keadaan aman dan baik.
Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi kampus dalam meningkatkan citra
mahasiswa sebagai generasi yang aktif, adaptif, peduli lingkungan, serta mampu
melakukan pembelajaran berbasis pengalaman lapangan.
Melalui ekspedisi ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh
pengalaman akademik dan sosial, tetapi juga mengembangkan berbagai soft skill
seperti kepemimpinan, komunikasi sosial, kerja sama tim, kemampuan observasi,
hingga penyelesaian masalah secara langsung di lapangan. Kegiatan “Agung
Mahayatra: Journey Of The Brave” diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa
lainnya untuk terus aktif dalam kegiatan edukatif, eksploratif, dan
berorientasi pada pengabdian terhadap lingkungan serta masyarakat, sehingga
mampu menciptakan generasi akademisi yang unggul secara teori sekaligus
memiliki kepedulian nyata terhadap alam, budaya, dan kehidupan sosial. (Her )




