Dr. Suhartoyo, S.H., M.H. menerima penghargaan
Bhakti Justicia dari Rektor Unisri Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd
SOLO,
JURNALKREASINDO.com - Acara puncak dies natalis Universitas Slamet Riyadi
(Unisri) Surakarta dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari civitas akademika,
perwakilan pemerintah daerah, mitra industri, hingga tokoh masyarakat. Suasana
penuh keakraban mewarnai perayaan yang
berlangsung pada Jumat (26/6/2026), di Auditorium Perguruan Tinggi setempat itu,
juga dimeriahkan dengan berbagai
penampilan seni budaya, penyerahan penghargaan kepada dosen dan mahasiswa
berprestasi.
Kegiatan itu dirayakan dengan penuh khidmat dan kemeriahan. Momentum
spesial ini menjadi ajang refleksi atas perjalanan panjang kampus dalam
mencetak generasi unggul, sekaligus pemberian apresiasi tertinggi bagi tokoh
bangsa yang berkontribusi dalam penegakan hukum di Indonesia.Rektor Universitas
Slamet Riyadi secara resmi memberikan penghargaan “Bhakti Justicia” kepada
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia Dr. Suhartoyo, S.H., M.H,
sebagai Simbol Penghargaan dan Komitmen
Hukum
Penganugerahan penghargaan Bhakti Justicia ini diberikan
sebagai bentuk apresiasi UNISRI atas dedikasi, integritas, dan konsistensi
Ketua MK dalam menjaga konstitusi serta supremasi hukum di Indonesia. Rektor
Unisri Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd., dalam laporan tahunannya menyampaikan,
apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para tamu undangan, Ketua MK RI yang
berkenan hadir memberikan orasi ilmiah sekaligus menerima penghargaan bergengsi
Bhakti Justisia Unisri.
Memperjuangkan
Keadilan
Rektor Unisri menyampaikan, penganugerahan ini bukan sekadar seremonial,
melainkan pengakuan atas peran nyata dalam memperjuangkan keadilan bagi seluruh
rakyat Indonesia. “Pemberian penghargaan Bhakti Justicia ini adalah bentuk
penghormatan kami terhadap komitmen beliau dalam menjaga marwah konstitusi.
Kami berharap, langkah beliau menjadi inspirasi bagi sivitas akademika UNISRI,
khususnya mahasiswa hukum, untuk terus menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan
dan kejujuran,” ujar Rektor dalam pidatonya.
Rektor Unisri Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd kepada wartawan mengatakan, penganugerahan ini
sebagai pengakuan atas peran nyata dalam memperjuangkan keadilan bagi seluruh
rakyat Indonesia.
Sutoyo juga menegaskan, pentingnya dukungan dari pemerintah daerah, dunia usaha, serta para mitra strategis yang selama ini bersinergi dengan Unisri. Dies Natalis ke-46 ini mengusung semangat untuk terus berinovasi dalam menghadapi tantangan era digital dan globalisasi. Selama 46 tahun berdiri, UNISRI telah membuktikan eksistensinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka yang fokus pada pengembangan karakter mahasiswa yang berintegritas dan kompeten.
Disela orasinya bertema “Menjaga
Konstitusi, Merawat Keadilan: Kolaborasi Mahkamah Konstitusi dan Perguruan
Tinggi Dalam Negara Hukum Demokratis” Ketua MK periode 2023-2028 ini
menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada UNISRI atas penghargaan yang
diberikan. Beliau menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai garda
terdepan dalam mencetak pemikir hukum yang kritis dan beretika.
Demokratis dan
Bermartabat
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami di Mahkamah
Konstitusi untuk terus bekerja sebaik-baiknya demi tegaknya keadilan di tanah
air. UNISRI telah menunjukkan peran sertanya dalam membangun kesadaran hukum
masyarakat, dan saya berharap universitas ini terus melahirkan calon-calon
pemimpin masa depan yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan,” ungkap Ketua
MK itu
Suhartoyo juga menyoroti tantangan masa depan era digital,
seperti kecerdasan buatan (AI) dan perlindungan data pribadi, yang memerlukan
sinergi ketat antara MK dan kampus agar Indonesia tetap tegak sebagai negara
hukum yang demokratis dan bermartabat. Adapun Ketua Pengurus Yayasan Perguruan
Tinggi Slamet Riyadi, Nuroso Bambang Wasisto Utomo menyampaikan, langkah
pembenahan kelembagaan melalui reformasi sistem remunerasi dan tata anggaran
terstruktur sejak Januari 2022 guna mendongkrak kinerja institusi.
Sementara itu, Ketua LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof.
Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd. menyatakan, bahwa usia 46 tahun merupakan
momentum refleksi strategis bagi Unisri. “Ini saat yang tepat untuk mengenang
perjalanan yang telah dilalui sekaligus meneguhkan langkah-langkah menghadapi
masa depan, Dies Natalis bukan sekadar perayaan bertambahnya usia,” ujarnya.
Rangkaian upacara Dies Natalis ke-46 ini ditutup dengan
khidmat melalui prosesi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) serta penyerahan
penghargaan kepada tokoh-tokoh yang berjasa bagi kemajuan daerah dan bangsa. Dengan
komitmen bersama seluruh elemen kampus untuk terus berkontribusi bagi kemajuan
bangsa, sesuai dengan semangat perjuangan Pahlawan Nasional Slamet Riyadi yang
menjadi napas perjuangan. (Her)



