Menteri
Kebudayaan RI, Fadli Zon saat berfoto bersama para pelaku UMKM ketika kunjungannya di UTP Surakarta.
SOLO, JURNALKREASINDO.com - Kunjungan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. (Hons) Dr. Fadli Zon, M.Sc., ke Universitas Tunas Pembangunan (UTP) Surkarta menjadi momentum bagi UMKM dan tenant Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) kampus setempat, untuk memperkenalkan produk sekaligus menunjukkan potensi ekonomi berbasis budaya.
Kegiatan itu terlaksana
pada Rabu (/8/ 2026), dalam
rangkaian Dies Natalis Ke-46 UTP Surakarta. Dalam sambutanya Fadli Zon
menyampaikan pidato kebudayaan yang
bertema ‘Mega Diversity sebagai Konsep Kebudayaan’. Dalam kegiatan tersebut,
sejumlah UMKM seperti Larisseee (Susu Murni, teh Tarik dan jahe hangat) dan D’jingga
(es kelapa muda jelly di batok kelapa).
Selain itu juga Cangle (keripik dari olahan ikan lele), Ratu
Botani Solo (jamu tradisional, madu, masker rempah, dan produk perawatan
tubuh), lentera guitar dan masih banyak lainnya. Mereka turut ambil bagian
dengan menghadirkan beragam produk untuk meramaikan kegiatan pidato kebudayaan.
Keterlibatan para pelaku UMKM, dalam kegiatan tersebut
menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan produk sekaligus berinteraksi
langsung dengan masyarakat dan tamu yang hadir. Produk yang ditampilkan tidak
hanya memiliki nilai jual, tetapi juga membawa unsur kreativitas dan potensi
lokal yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi.
Ekonomi Kreatif
Dekan FEB Universitas Tunas Pembangunan Surakarta, Dr.
Susilaningtyas Budiana Kurniawati M.Si, menyampaikan bahwa pesan mengenai
kebudayaan dan ekonomi kreatif yang disampaikan Menteri Kebudayaan menjadi
relevan dengan arah pengembangan FEB UTP dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi
masyarakat.
“Kunjungan Menteri Kebudayaan ke UTP menjadi momentum
penting bagi FEB UTP untuk semakin memperkuat peran akademik dalam mendampingi
UMKM. Kami memandang bahwa produk UMKM bukan semata-mata komoditas ekonomi,
tetapi juga dapat merepresentasikan identitas, pengetahuan lokal, kreativitas,
dan karakter masyarakat yang menghasilkannya” paparnya
Karena itu, pendampingan UMKM perlu dilakukan secara
terintegrasi, mulai dari aspek manajemen, keuangan, pemasaran, inovasi produk,
hingga penguatan merek dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi
menjadi semakin penting karena tantangan UMKM saat ini tidak hanya berkaitan
dengan kemampuan memproduksi barang.
Namun juga kemampuan
menciptakan diferensiasi, membaca pasar, mengelola usaha secara profesional,
serta memanfaatkan perkembangan teknologi digital. “Kami ingin UMKM binaan FEB
UTP tidak berhenti pada tahap mampu menghasilkan produk. Produk tersebut harus
memiliki standar kualitas yang baik dan identitas yang jelas” lanjutnya
Disamping itu, tata
kelola usaha yang semakin profesional, serta mampu menjangkau pasar yang lebih
luas. FEB UTP memiliki sumber daya akademik yang dapat diintegrasikan untuk
mendukung proses tersebut melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat. Momentum kunjungan Menteri Kebudayaan tersebut semakin memperkuat
arah FEB UTP.
Posisi Strategis
Terutama untuk mengembangkan pendampingan UMKM berbasis
ekonomi budaya, inovasi, digitalisasi, dan penguatan kapasitas sumber daya
manusia. Dalam perspektif ekonomi budaya, produk UMKM memiliki posisi strategis
karena dapat merepresentasikan karakter dan potensi suatu daerah. Produk pangan
lokal, kerajinan, Fashion, maupun produk kreatif masyarakat.
Jadi tidak hanya memiliki nilai ekonomis, tetapi juga
membawa cerita, tradisi, keterampilan, pengetahuan, serta identitas sosial masyarakat
yang memproduksinya. Oleh karena itu, pengembangan UMKM perlu menghubungkan
aspek manajemen bisnis dengan kekayaan lokal yang melekat pada produk.
Identitas tersebut dapat diterjemahkan melalui desain
produk, kemasan, merek, narasi produk, penggunaan bahan lokal, maupun strategi
komunikasi pemasaran sehingga UMKM memiliki diferensiasi yang semakin kuat di
tengah persaingan pasar.FEB UTP akan terus membuka ruang kolaborasi melalui
pendampingan dalam aspek manajemen.
bahkan pemasaran, literasi keuangan, digitalisasi, hingga pengembangan produk. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu UMKM semakin berkembang dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas. Keterlibatan UMKM dan tenant dalam momentum kunjungan Menteri Kebudayaan sekaligus memperkuat semangat FEB UTP untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang mempertemukan pendidikan, kreativitas, budaya, dan ekonomi masyarakat. (Her)


