Perkuat Jejaring Akademik Internasional, Unisri Hadirkan Akademisi Unisza Malaysia


Salah satu narasumber akademisi dari Unisza Malaysia, saat menyampaikan paparanya.

SOLO, JURNALKREASINDO.com – Program Studi Hubungan Internasional (HI) Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta menghadirkan akademisi dari Malaysia dalam agenda Kuliah Tamu Internasional. Kegiatan itu berlangsung  pada Rabu (26/8/2026) di Kampus II ini, menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Suyatno Ladjqi dari Department of International Relations, Faculty of Law & International Relations, Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia.

Kuliah tamu diikuti mahasiswa dan dosen Prodi HI UNISRI dengan mengangkat tema ‘Dinamika Diplomasi Indonesia dan Malaysia’. Dalam pemaparannya, Suyatno menyoroti hubungan Indonesia–Malaysia khususnya di kawasan perbatasan Sabah–Kalimantan. Ia menjelaskan bahwa hubungan kedua negara tidak hanya berlangsung melalui jalur diplomasi formal antar pemerintah, tetapi juga dibentuk oleh mobilitas masyarakat,

jaringan kekerabatan, perdagangan, tenaga kerja, serta peran pemerintah daerah. “Perbatasan tidak semata-mata menjadi garis pemisah wilayah negara, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial, ekonomi, dan politik yang melibatkan berbagai aktor, termasuk aktor subnasional dan non-negara,” jelasnya. Perspektif tersebut memberikan pemahaman baru bagi mahasiswa HI UNISRI mengenai praktik hubungan internasional yang semakin multidimensional.

Suasana diplomasi dalam ruang labuboratorium Kampus II Unisri Surakarta.

Bahkan  tidak terbatas pada negara sebagai satu-satunya aktor. Selain kuliah tamu, kunjungan akademisi UniSZA juga menjadi momentum penguatan kerja sama kelembagaan. Prodi HI UNISRI dan UniSZA menandatangani implementasi perjanjian kerja sama untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama ini diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara kedua institusi.

Baik melalui kegiatan akademik bersama, penelitian dan publikasi kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dosen, maupun program pengembangan kapasitas lainnya. “Kehadiran akademisi UniSZA dan penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah nyata Prodi HI UNISRI dalam memperluas jejaring akademik internasional dan menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan dinamika hubungan internasional di kawasan Asia Tenggara,” ujar perwakilan Prodi HI Unisri.

Dengan semangat kolaborasi lintas negara, HI UNISRI berkomitmen terus menghadirkan narasumber internasional dan program kerja sama untuk menyiapkan lulusan yang kompeten dan berwawasan global. Program Studi Hubungan Internasional UNISRI berfokus pada pengembangan kajian diplomasi, politik internasional, dan studi kawasan Asia Tenggara. Prodi ini aktif menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri untuk meningkatkan mutu pendidikan dan riset. (Her)