SOLO, JURNALKREASINDO.com – Rangkaian perayaan Milad ke-2 atau dua tahun Boyong Pasar Jongke, Surakarta berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, pada Minggu (30/8/2026). Momen bersejarah ini dimeriahkan dengan acara sarapan bersama Walikota Surakarta Respati AchmadArdianto. “Mulai pedagang, tamu undangan dan masyarakat bersama-sama melaksanakansarapan pagi bersama walikota “ ujar Eddy Santoso, ketua Paguyuban Pedagang Pasar Jongke (P3J) kepada wartawan
Kegiatan itu mnendapatkan apresiasi dari pengusaha terkenal dan dermawan, H Puspo Wardoyo
owner distinasi wisata Kalipepe Land yang berlokasi di kawasan Gagaksipat,
Ngemplak, Boyolali. Puspo Wardoyo selain
membantu dengan sejumlah uang juga biaya oprasional lain, untuk kepentingan
gelaran penyajian sedikitnya 1.300 porsi Mie Ayam bagi para pedagang, pengunjung,
dan warga sekitar.
Dalam kesempatan itu, Respati disela-sela sambutanya mengatakan,
pihaknya akan menata ulang lokasi didalampasar dengan tujuan untuk kemnyamanan
pengungunjung dan pedaagang. Ungkapan itu diutarakan ketika Respati hadir
langsung, suksesnya acara tersebut didukung penuh oleh Puspo Wardoyo yang juga,
pemilik Wong Solo Group. “Pasar itu simbol
kolaborasi antara pemerintah kota dan sektor swasta dalam menjaga
keberlangsungan pasar tradisional sebagai pusat ekonomi kerakyatan” katanya
Dalam sambutannya, Respati menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam
merawat aset budaya dan ekonomi kota. “Boyong Pasar Jongke bukan sekadar
memindahkan lokasi, tetapi juga memindahkan hati dan harapan para pedagang.
Sarapan mie ayam gratis hari ini adalah wujud syukur kita atas dua tahun
perjalanan yang penuh tantangan namun juga pencapaian,” ujarnya hadapan ratusan peserta sarapan.
Terpisah, H. Puspo Wardoyo selaku pendukung kegiatan ini menjelaskan, penyediaan 1.300
porsi mie ayam merupakan bentuk apresiasi nyata kepada masyarakat yang telah
setia mendukung keberlangsungan pasar tradisional. Sementara itu Eddy Santoso,
selaku [impinan acara ini mengucapkan banyak terima kasih kepada Puspo Wardoyo
yang telah menyumbangkan gagasan dan biaya operasional, sehingga lancaranya
acara ini.
Bagi Edyy kolaborasi
ini membuktikan pasar tradisional masih dicintai dan mendapat perhatian serius
dari berbagai pihak. “Ini bukti bahwa Pasar Jongke bukan hanya tempat
transaksi, tapi juga ruang silaturahmi dan kebanggaan warga Solo,” paparnya
sembari menambahkan, Pasar Jongke diharapkan dapat terus mengukuhkan posisinya sebagai ikon
kebangkitan pasar tradisional yang hidup, dinamis, dan tetap menjunjung tinggi
nilai-nilai kearifan lokal. (Her)



