Rektor Unisri Surakarta, Prof. Dr. Sutoyo, M.Pd., saat
memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan menjelaskan, pembekalan tersebut
menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa memasuki lingkungan
profesional. Selain kompetensi akademik, calon lulusan perlu memiliki karakter,
kepribadian, serta penampilan yang baik agar mampu menyesuaikan diri dengan
tuntutan dunia kerja.
Diharapkan para
peserta mengikuti seluruh rangkaian pembekalan dengan serius sehingga dapat
memperoleh manfaat yang maksimal. Kesiapan memasuki dunia kerja tidak hanya
ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga sikap, perilaku, dan kemampuan
membawa diri dalam lingkungan profesional. Rektor juga menyampaikan, rasa
optimisme terhadap perkembangan Unisri, baik dari sisi kualitas dan jumlah
mahasiswa maupun peningkatan sarana dan prasarana.
Selain itu juga mengapresiasi dukungan pengurus yayasan dan
seluruh pihak yang berkontribusi terhadap kemajuan universitas. Menurutnya,
pengembangan institusi perlu terus dilakukan agar Unisri mampu menghasilkan
lulusan berkualitas, berkarakter, dan memiliki daya saing dalam menghadapi
perubahan zaman. Ketua Pelaksana, Sarafuddin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan
apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya
kegiatan tersebut
Nurhodayati,
general manager PT Mandem Indonesia Tbk
saat memberikan arahan kepada seluruh calon wisudawan.
Sarafuddin menjelaskan, kegiatan tersebut dirancang untuk
memperkuat kompetensi, karakter, kepercayaan diri, dan profesionalisme mahasiswa
sebelum memasuki dunia kerja. “Pembekalan ini menjadi bagian dari upaya
universitas mempersiapkan lulusan agar memiliki kompetensi dan karakter
profesional dalam menghadapi perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia usaha
dan dunia industri,” ujarnya.
Sarafuddin menjelaskan, sebanyak 962 calon lulusan mengikuti
kegiatan tersebut dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti 507 peserta, sedangkan
sesi kedua berjumlah 455 peserta. Mereka berasal dari sejumlah fakultas dan
program studi, meliputi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Hukum, Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Teknologi, serta Fakultas Pertanian. Sesi
pertama berlangsung pukul 07.10–12.10 WIB, sementara sesi kedua dijadwalkan
pukul 12.55–16.55 WIB.
Melalui pembekalan ini, peserta memperoleh materi mengenai
persiapan memasuki dunia kerja, perkembangan dunia usaha dan industri, peran
lembaga pengembangan karier dalam penyaluran alumni, serta penguatan keterampilan
personal dan profesional. Materi yang
disampaikan para narasumber dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh calon
lulusan untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan kesiapan menghadapi
persaingan kerja.
Selain itu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan
bangsa. Ketua Yayasan Perguruan Slamet Riyadi, Nuroso Bambang Wasisto Utomo,
dalam kesempatan tersebut menjelaskan pentingnya pembentukan karakter
profesional bagi lulusan perguruan tinggi. Setelah menyelesaikan pendidikan,
mahasiswa memiliki berbagai pilihan, mulai dari bekerja, merintis usaha, hingga
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Rektor Unisri
Surakarta, Prof. Dr. Drs Sutoyo saat memberikan cinderamata kepada Agus
direktur PT Mandem Indonesia yang telah bekerja sama selama 10 tahun.
Karena itu, lulusan perlu mempersiapkan diri dengan
kompetensi yang memadai, sikap profesional, dan kemampuan beradaptasi terhadap
perubahan. Ia mengingatkan, dunia perkuliahan memiliki perbedaan dengan dunia
industri, terutama dalam hal kedisiplinan, perilaku, komunikasi, dan tanggung
jawab. Kondisi ekonomi saat ini juga menjadi tantangan bagi lulusan yang ingin
memasuki dunia kerja maupun membangun usaha.
Oleh sebab itu, para lulusan perlu terus meningkatkan
kemampuan diri, memahami kebutuhan pasar, dan memanfaatkan peluang yang
tersedia. Bagi mereka yang ingin merintis usaha, pertimbangan terhadap kondisi
dan kemampuan diri menjadi hal penting sebelum mengambil keputusan. Nuroso juga
menyampaikan komitmen yayasan untuk terus mengembangkan lembaga pendidikan
melalui peningkatan kualitas, perluasan pasar.
Bahkan pembukaan
program studi baru, termasuk jenjang magister (S-2). "Pengembangan ini diharapkan dapat
meningkatkan daya saing institusi sekaligus memperluas kesempatan masyarakat
untuk mengakses pendidikan tinggi," tuturnya dan berharap para lulusan
tetap menjaga hubungan baik dengan almamater dan terus mengembangkan diri
setelah menyelesaikan pendidikan. Seiring perkembangan lembaga itu.
Peluang untuk berkarier di lingkungan yayasan juga
diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan bagi lulusan yang memiliki
kompetensi sesuai kebutuhan. Sementara itu, Manager PT Mandom Indonesia,
Nurhidayati, mengapresiasi kerja sama dengan Unisri Surakarta yang telah berlangsung
selama sepuluh tahun. “Selama sepuluh
tahun, kami melihat perkembangan yang luar biasa. Kini pesertanya 1.000 orang. Kami tidak menyangka kegiatan ini
dapat berkembang sebesar sekarang,” ungkapnya.
Dalam sesi pembekalan bertema Personality Excellence,
Nurhidayati menjelaskan pentingnya membangun personal branding sebagai salah
satu faktor pendukung daya saing lulusan di dunia kerja. Menurutnya, citra diri
profesional perlu dijaga, termasuk melalui aktivitas di media sosial yang kini
menjadi salah satu ruang bagi perusahaan untuk mengenal calon karyawan. Juga
diingatkan, mahasiswa agar lebih bijak
dalam mengunggah konten di media sosial.
Unggahan yang memberikan kesan negatif dapat memengaruhi
penilaian perekrut atau human resources department (HRD) terhadap calon
karyawan. Karena itu, mahasiswa perlu membangun citra diri yang positif,
menunjukkan sikap profesional, dan menjaga reputasi digital. Selain personal
branding, Nurhidayati juga mendorong calon lulusan untuk memperhatikan
penampilan, meningkatkan kepercayaan diri, dan melatih kemampuan berkomunikasi.
Diingatkan, para peserta agar tidak mudah menyerah ketika
menghadapi kegagalan. Penolakan dalam proses melamar pekerjaan maupun tantangan
saat merintis usaha perlu dijadikan pengalaman untuk memperbaiki diri dan
mencoba kembali dengan persiapan yang lebih baik. Nurhidayati mengapresiasi
Unisri yang telah memberikan pembekalan kepada mahasiswa melalui penguatan
keterampilan teknis (hard skill) dan keterampilan interpersonal (soft skill).
Menurutnya, keseimbangan kedua kemampuan tersebut menjadi
modal penting bagi lulusan untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus
berkembang. Melalui kegiatan Pendidikan dan Latihan Pengembangan Kepribadian
ini, Unisri Surakarta berharap para calon lulusan tidak hanya memiliki bekal
akademik, tetapi juga mampu membangun citra diri profesional, menunjukkan
karakter yang baik, serta mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan
kebutuhan industri. (Her)




