Sambut Imlek 2026, Perayaan Akulturasi Jawa–Tionghoa dalam Harmoni Nusantara

 

Sumartono Hadinoto (tengah) diapit pengurus inti perayaan Imlek 2026, ketika memberikan keterangan pers.

SOLO, JURNALKREASINDO.com - Panitia Bersama Imlek tahun 2577/2026 dalam menyambut perayaan Imlek di Kota Surakarta, mengusung tema besar 'Harmoni Imlek Nusantara', sebuah perayaan yang menekankan persatuan, keberagaman, serta akulturasi budaya sebagai kekuatan bangsa Indonesia.

Sejalan dengan tema nasional Imlek Nasional 2026, perayaan di Surakarta dirancang sebagai ruang publik yang inklusif dan mengayomi, sekaligus merefleksikan semangat Bhinneka Tunggal Ika, melalui perjumpaan tradisi Tionghoa dan budaya Nusantara dalam suasana yang hangat, humanis, dan bermartabat.

Sebagai visualisasi semangat Harmoni Imlek Nusantara, panitia melakukan pemasangan ornamen Imlek di berbagai titik strategis Kota Surakarta. Penataan tersebut meliputi pemasangan 12 lampion shio, 10 lampion kuda, 2 lampion Dewa Rejeki, lampion karakter kartun, lampion Journey to the West, serta lampion photo booth di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

Dan kawasan Plaza Balai Kota, termasuk gapura Imlek. Selain itu, sebanyak 5.000 lampion merah dipasang di sekitar Jembatan Kali Pepe dan Pasar Besar sebagai bagian dari penataan ruang kota bernuansa Imlek. Pemasangan lampion-lampion tersebut menjadi simbol cahaya dan harapan, sekaligus refleksi perjalanan bangsa dalam keberagaman.

Ajie Chandra, dari Majelis Khong Hu Chu Indonesia penyedia Barongsai untuk kirab keliling kampung di Kota Solo.

Hal ini sejalan dengan filosofi bahwa setiap langkah ke depan perlu berpijak pada nilai budaya, kemanusiaan, dan persatuan.Dalam rangka mendorong partisipasi publik serta pelibatan insan media dan komunitas kreatif, Panitia Bersama Imlek 2577/2026 menyelenggarakan Lomba Foto dan Jurnalistik bekerjasama dengan Himpunan Seni Foto Bengawan (HSB).

Serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 1 Januari–23 Februari 2026, dengan tema ‘Semangat Tahun Kuda: Mewujudkan Harmoni di Surakarta’. Kompetisi ini bertujuan menangkap ekspresi visual semangat Kuda Api—keberanian, energi, optimisme, dan daya juang—sebagai metafora dinamika masyarakat Indonesia dalam bergerak maju tanpa meninggalkan akar budaya.

Sebagai bagian dari penguatan kebersamaan lintas komunitas dan penerapan gaya hidup sehat, kegiatan Imlek Fun Run 2026, bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), akan dilaksanakan pada Minggu, 1 Februari 2026. Kegiatan ini menempuh rute yang melintasi ikon-ikon Kota Surakarta.

Dimana akan dimulai dan diakhiri di Balai Kota Surakarta, sekaligus menjadi simbol gerak kolektif masyarakat dalam harmoni. Panitia turut menggelar Workshop dan Turnamen Mahjong pada 7–8 Februari 2026 pukul 10.00–20.00 WIB di Food Factory Solo Paragon Mall, bagian dari penguatan tradisi, edukasi budaya, serta interaksi lintas generasi dalam suasana yang rekreatif dan inklusif.

Melengkapi rangkaian kegiatan Imlek, Pada Kamis, 12 Februari 2026, panitia turut menggelar Talkshow dan sesi Motivasi di Gedung Pertemuan PMS pukul 09.00–12.30 WIB dengan tema “Belajar Sampai ke Negeri China.” Kegiatan ini menghadirkan Novi Basuki, penulis dan peneliti budaya Tiongkok, Azmi Abubakar, pendiri Museum Pustaka Peranakan Tionghoa.

Seluruh panitia dan pimpinan seksi dalam perayaan Imlek 2026.berfoto bersama, seusai jumpa pers.

Selain itu juga Andrie Wongso sebagai motivator nasional. Acara ini direncanakan dihadiri sekitar 1.000 peserta yang terdiri atas tamu undangan dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi sebagai bagian dari investasi sosial dalam membangun generasi muda yang terbuka, berwawasan global, dan berakar pada nilai budaya.

Dalam dimensi sosial kemasyarakatan, panitia menyelenggarakan Bakti Sosial Donor Darah bekerja sama dengan APPBI dan PMI Kota Surakarta di sejumlah pusat perbelanjaan di Surakarta dan sekitarnya. Selain itu, selama dua minggu awal bulan Ramadan, panitia turut melaksanakan pembagian makanan ringan berbuka puasa sebanyak 500 paket/ hari sebagai bentuk solidaritas sosial dan kepedulian lintas iman.

Panitia Bersama Imlek 2577/2026 turut mendukung pelaksanaan Grebeg Sudiro pada 15 Februari 2026 sebagai simbol kuat akulturasi budaya Jawa–Tionghoa yang telah mengakar di Kota Surakarta. Selanjutnya, Kirab Barongsai Keliling Kota Surakarta akan digelar pada Selasa, 3 Maret 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, melibatkan sejumlah tim barongsai yang menyusuri rute ikonik kota dan terbuka bagi masyarakat luas.

Rangkaian perayaan akan mencapai puncaknya melalui Perayaan Cap Go Meh bersama Pemerintah Kota Surakarta yang diselenggarakan di Pendhapi Gedhe Balai Kota Surakarta pada Selasa, 3 Maret 2026 pukul 18.00 WIB. Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, perayaan Imlek di Surakarta diharapkan menjadi perwujudan nyata Harmoni Imlek Nusantara. Sekaligus  menegaskan, keberagaman budaya dan keyakinan merupakan fondasi penting dalam memperkuat persatuan Indonesia. (Hong)