Dies Natalis UTP Surakarta Ke-46, Rektor : Membudayakan Wayang Kulit, sebagai Ungkapan Rasa Syukur

Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto ( tengah ) ketiksa memberikan tokoh wayang Bimo Seno kepada dalang Ki Amar Pradopo didampingi Rektor UTP Surakarta, Prosf. Dr. Winarti.

SOLO, JURNALKREASINDO.comUniversitas Tunas Pembangunan (UTP) Surakarta dalam memperingati dies Natalis Ke – 46 ini menggelar wayang kulit dengan mengusung lakon ‘Pendawa Syukur’,  dengan dalang Ki Amar Pradopo, SI Kom, pada Kamis (16/7/2026) malam, di kampus II, Jl. Malanda Maramis, Solo. “Kami setiap tahun di peringatan Dies Natalis selalu menggelar  wayang kulit semalam suntuk, hal ini untuk membudayakan wayang kulit, sebagai  salah satu cara nguri-uri budaya” ujar Prof. Dr. Winarti dalam sambutanya.

Lebih jauh Prof. Winarti mengatakan, untuk kali ini pagelaran wayang kulit dengan mengambil lakon ‘Pendawa Syukur ini dengan maksud, segenap akademisi UTP Surakarta bersyukur,bahwa sampai pada diusia 46 tahun, tetap eksis dan merepleksikan diri apa yang perlu dilakukan kedepan. Dimana selaku perguruan tinggi swasta akan terus meningatkan kualitas. “Untuk itu kita mengirimkan dan menyekolahkan dosen-dosen sampai S3” paparnya

Hal ini akan berdampak pada alumni mahahsiswa UTP, akan memiliki kararter-karakter atau kepribadian yang memiliki ciri khusus  jiwa Patriotisme, Kepeloporan dan Kemendirian. Acara dies Natalis malam itu ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan, Ir . Leny Pramestri yang diberikan kepada Rektor UTP, Prof. Dr. Winarti dan  dihadiri Walikota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, serta sejumlah petinggi UTP dan jajaran pejabat teras Pemkot Surakarta.

Prosesi  pemotongan tumpeng oleh Ketua Yayasan, Ir . Leny Pramestri yang diberikan kepada Rektor UTP, Prof. Dr. Winarti, sebagai lambang ungkapan rasa syukur. 

Dalam sambutanya Respati menyampaikan, bahwa belakangan ini masyarakat dan mahasiswa makin luas perkembanganya, dicontohkan, jika dulu masyarakat menerima berita pada pukul 21.00 melalui siaran radio dunia dalam berita. “Tetapi saat ini, kita baru bangun sudah melihat berita, sampai 24 jam bisa melihat media sosial dan lain-lain. Hal ini menjadi perhatian khusus, akan merusak karakter dari anak-anak kita yang tidak percaya dengan Maha Esa , ini menjadi tantangan kita tentang ketaatan beragama” paparnya

Kedua, tentang penyimpangan seksual, hal ini perlu diperhatikan sejak anak usia dini terus  untuk mengedepankan azas kebersamaan yang bukan berarti  mengurangi  hak azasi manusia. Tetapi perlu syarat. “Syarat ini pinter saja tidak cukup, tetapi karakter itu menjadi penting, juga sopan santun, hormat kepada yang lebih tua, budaya ini tetap perlu dijalankan dan perkembangan  perguruan tinggi di Surakarta berkembang pesat sudah mengalahkan Jogjakarta” katanya

Minat calon mahasiswa yang ingin masuk ke Solo untuk berkuiah, merasa nyaman dan lebih aman di Solo. jadi sebagai orang nomor satu di Solo, Respati menyerukan agar pihak-pihak terkait dapat menarikan siswa dan mahasiswa untuk sekolah maupun kuliah di Kota Solo. “Karena warga Solo ini mau menerima tamu-tamu dengan baik, bahkan sehubungan dengan ini kami punya takland Kuliah Aman di Solo saja.” Ujar Respati menutup sambutanya. (Her) 

Dalam sambutanya Respati menyampaikan, bahwa belakangan ini masyarakat dan mahasiswa makin luas perkembanganya, dicontohkan, jika dulu masyarakat menerima berita pada pukul 21.00 melalui siaran radio dunia dalam berita. “Tetapi saat ini, kita baru bangun sudah melihat berita, sampai 24 jam bisa melihat media sosial dan lain-lain. Hal ini menjadi perhatian khusus, akan merusak karakter dari anak-anak kita yang tidak percaya dengan Maha Esa , ini menjadi tantangan kita tentang ketaatan beragama” paparnya

Kedua, tentang penyimpangan seksual, hal ini perlu diperhatikan sejak anak usia dini terus  untuk mengedepankan azas kebersamaan yang bukan berarti  mengurangi  hak azasi manusia. Tetapi perlu syarat. “Syarat ini pinter saja tidak cukup, tetapi karakter itu menjadi penting, juga sopan santun, hormat kepada yang lebih tua, budaya ini tetap perlu dijalankan dan perkembangan  perguruan tinggi di Surakarta berkembang pesat sudah mengalahkan Jogjakarta” katanya

Minat calon mahasiswa yang ingin masuk ke Solo untuk berkuiah, merasa nyaman dan lebih aman di Solo. jadi sebagai orang nomor satu di Solo, Respati menyerukan agar pihak-pihak terkait dapat menarikan siswa dan mahasiswa untuk sekolah maupun kuliah di Kota Solo. “Karena warga Solo ini mau menerima tamu-tamu dengan baik, bahkan sehubungan dengan ini kami punya takland Kuliah Aman di Solo saja.” Ujar Respati menutup sambutanya. (Her)