Tim Dosen Unisri Apresiasi Membangun Potensi Desa Digital, Melalui Mlese Smart Gateway Berbasis Bela Negara

 

Prof. Anita Trisiana ketika menyampaikan gagasan akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan dihadapan Kepala Desa Mlese, perangkat, beserta seluruh jajaran, serta Mitra Komunitas Informasi Masyarakat Pengrajin Lurik desa setempat.

KLATEN, JURNALKREASINDO,com – Tim dosen Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakartakembali menghadirkan kontribusi nyata untuk masyarakat Desa Mlese, Kecamatan Ceper  melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Mlese Smart Gateway”. Program ini mengusung tema “Integrasi Potensi Desa Digital Berwawasan Bela Negara melalui Penguatan Kelembagaan pada Komunitas Informasi Masyarakat Pengrajin Lurik”.

Acara ini dilaksanakan pada Rabu (15/7/2026) yang dipimpin oleh  Prof. Anita Trisiana, selaku Ketua Tim, dengan anggota tim Linda Oktaviani dan Nabila P. Kegiatan tersebut  dihadiri Kepala Desa Mlese, perangkat Desa Mlese beserta seluruh jajaran, serta Mitra Komunitas Informasi Masyarakat Pengrajin Lurik desa setempat sebagai peserta utama. ‘Program ‘Mlese Smart Gateway’ merupakan wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi” ujar Prof. Anita Trisiana

Khususnya  dalam pengabdian kepada masyarakat. Tujuannya menjembatani gagasan akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan.”Mlese Smart Gateway adalah ikhtiar kami mengintegrasikan potensi lokal Desa Mlese, khususnya para pengrajin lurik, dengan pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi, informasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kami ingin penguatan komunitas informasi masyarakat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan literasi digital” lanjutnya

Prosesi serah terima buku berisi program  ‘Mlese Smart Gateway’, sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Juga dikatakan, hal ini dapat  memperluas jejaring pemasaran, sekaligus memperkuat identitas budaya lokal agar mampu bersaing di era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa.  Bahkan, lebih dari sekadar pelatihan digital, program ini juga menekankan semangat Bela Negara, sebagai fondasi. Unisri mendorong agar transformasi digital desa tidak melepaskan jati diri dan kearifan lokal.

Pengrajin lurik diharapkan tidak hanya naik kelas secara ekonomi, tetapi juga menjadi duta budaya yang bangga terhadap produk bangsa sendiri. Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, pendampingan langsung, hingga penyusunan langkah tindak lanjut agar program dapat berjalan berkelanjutan. Tim Unisri memberi apresiasi Pemdes (pemerintah desa)  Mlese, Dalam Memfasilitasi Kegiatan Membangun Desa Inovatif dan Berdaya Saing

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ini adalah awal dari kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun desa yang inovatif, mandiri, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan,” kata Prof. Anita, sambil menambahkan, dengan adanya “Mlese Smart Gateway”, Unisri menegaskan komitmennya untuk terus mendorong desa-desa binaan menjadi desa digital yang berkarakter, produktif, dan berwawasan kebangsaan” pungkasnya. (Her)