Para pemuda mengajak masyarakat untuk
membangun budaya peduli lingkungan melalui edukasi, kolaborasi, dan aksi nyata
dalam pengelolaan sampah.
SOLO,
JURNALKREASINDO.com – Permasalahan
sampah yang semakin kompleks di Kota Surakarta mendorong lahirnya berbagai
inisiatif dari masyarakat, salah satunya melalui gerakan kepemudaan yang
diinisiasi oleh Karang Taruna Kelurahan Jebres. Melalui Youth Festival #4 yang
mengusung tema "Langkah Muda untuk
Bumi: Youth Movement for Environment", para pemuda mengajak masyarakat
untuk membangun budaya peduli lingkungan melalui edukasi, kolaborasi, dan aksi
nyata dalam pengelolaan sampah.
Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian program
ECOACTION, sebuah gerakan edukasi yang sebelumnya sudah dilaksanakan di
berbagai lingkungan di Kelurahan Jebres yang dihadiri sekitar 300 peserta
workshop yang berasal dari unsur Ketua RW, RT dan Pemuda. Dalam kegiatan tersebut, KTI Kelurahan Jebres
menggandeng Pelda Rudi Haryono yang merupakan Ketua TPS3R (Tempat Pengolahan
Sampah Reduce, Reuse, Recycle) serta Wiyono yang merupakan perwakilan dari
Dinas Ketahanan Pangan Kota Surakarta agar masyarakat memperoleh pemahaman.
Terutama mengenai
pentingnya pemilahan sampah dari sumbernya, pengolahan sampah organik menjadi
pupuk cair dan kompos, pengurangan penggunaan sampah sekali pakai, hingga
pemanfaatan sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi. Selain
memberikan edukasi kepada masyarakat, panitia juga menghadirkan ECOTALK, sebuah
forum diskusi yang mempertemukan pemerintah, akademisi, pegiat lingkungan,
komunitas, dan generasi muda untuk membahas kondisi persampahan di Kota
Surakarta.
Suasana penyampaikan pentingnya memulih
dan memilah sampah dari segi kesehatan
dan menggerakan ekonomi kedepan.
Selain itu juga mendorong lahirnya inovasi dan kolaborasi
dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Berbagai
kegiatan pendukung turut memeriahkan festival, di antaranya pameran komunitas
lingkungan, workshop pengolahan sampah, kampanye peduli lingkungan, pameran
produk daur ulang, serta ruang kolaborasi antar komunitas yang memiliki
kepedulian terhadap isu keberlanjutan.
Lurah Jebres, Renyta Ina Widjaya, S.E., M.Si., menyampaikan
apresiasi setinggi-tingginya kepada Karangtaruna yang telah menghadirkan
kegiatan puncak acara youth festival yang tidak hanya kreatif, tapi juga
memberikan edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan utamanya pada pengelolaan
sampah. Praktek praktis pada pre event Youth Festival menunjukkan peran pemuda
sangat penting sebagai agen perubahan dalammewujudkan lingkungan yang sehat,
bersih, berkelanjutan.
Diharpakan kegiatan ini memberikan ilmu dan inspirasi untuk
terus berkarya dan berkontribusi bagi lingkungan. Ketua Karang Taruna Kelurahan
Jebres mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen pemuda dalam
menjawab tantangan lingkungan yang dihadapi Kota Surakarta."Kami percaya
bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama.
Melalui tema 'Langkah Muda untuk Bumi', kami ingin menunjukkan bahwa generasi
muda tidak hanya menjadi penonton” katanya
Tetapi menjadi pelopor dalam membangun budaya peduli
lingkungan. Youth Festival #4 bukan sekadar festival, melainkan gerakan
kolaboratif yang menghubungkan edukasi, aksi nyata, dan pemberdayaan masyarakat
agar pengelolaan sampah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari."Denok
menyampaikan, rasa bangga dengan pergerakan KTI Kelurahan Jebres yang memulai,
mengedukasi, dan praktek kelola sampah. Teruslah bergerak untuk peduli dengan
bumi. Begitu juga Alfian dari Yayasan
Gita Pertiwi menyampaikan, festival in
ajang untuk mempertemukan para penggiat di masyarakat dan anak muda.
Pengolahan sampah organik menjadi pupuk cair dan kompos,
pengurangan penggunaan sampah sekali pakai, hingga pemanfaatan sampah sebagai
sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.
Banyak praktek baik itu dibangun bersama agar sampah ini kewajiban bersama untuk mengelolanya. Afiq Putra Yayasan Kakak menyampaikan, keterlibatan anak muda dan masyarakat dalam mengurangi sampah dari sumbernya menjadi langkah penting untuk mewujudkan perubahan nyata.Melalui penyelenggaraan Youth Festival #4, Karang Taruna Kelurahan Jebres berharap mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, komunitas, dan sektor swasta dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih efektif.
Sekaligus mendukung
terwujudnya Surakarta sebagai kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Gerakan
ini diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan festival semata, melainkan
menjadi awal lahirnya berbagai inovasi lingkungan yang digerakkan oleh
masyarakat. Dengan semangat gotong royong dan kepedulian bersama, setiap
langkah kecil yang dilakukan hari ini diyakini akan menjadi perubahan besar
bagi bumi di masa depan.
Youth Festival #4
Youth Festival #4 merupakan program tahunan Karang Taruna
Kelurahan Jebres yang menjadi ruang kolaborasi generasi muda dalam bidang
sosial, kreativitas, dan lingkungan. Pada tahun 2026, festival mengangkat tema
"Langkah Muda untuk Bumi: Youth Movement for Environment" dengan
fokus utama pada edukasi, inovasi, dan aksi nyata dalam pengelolaan sampah
sebagai upaya mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan
berkelanjutan. (Hong)




